CariDotMy

 Forgot password?
 Register


ADVERTISEMENT

CariDotMy Portal Portal Utama Isu Semasa Lihat artikel

Jerebu: Marah Disindir, Indonesia Guna Bahan Kimia Terkuat!

8-10-2015 03:44 PM| Diterbitkan: CARI-HBZ| Dilihat: 29572| Komen: 255

Description: Ketua Polis Indonesia dikatakan ‘disindir’ secara terbuka oleh wakil Malaysia dan Brunei.........

Oleh : Dean BZ


Ketua Polis Indonesia dikatakan ‘disindir’ secara terbuka oleh wakil Malaysia dan Brunei ketika menghadiri mesyuarat peringkat serantau di Kuala Lumpur minggu lalu.

Memetik laporan mynewshub, perkara itu didedahkan oleh Jeneral Badrodin Haiti yang dilaporkan portal berita Indonesia, Tempo pada Ahad lalu ketika beliau menghadiri Mesyuarat Menteri ASEAN mengenai jenayah rentas sempadan di ibu kota Malaysia.

Biarpun tidak menjelaskan secara terperinci apakah bentuk kata sindiran ‘tajam’ itu, namun dikhabarkan kurang senang dengan ayat sinis delegasi dua negara serumpun tersebut berhubung kemelut jerebu tanpa kesudahan.

Menurut portal Kompas, Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) giat menguji 40 tan bahan tersebut yang dilaporkan mampu menurunkan suhu dan mengurangkan asap kebakaran secara drastik.


Bahan berbentuk serbuk itu dicipta oleh saintis tempatan, Randall Hartolakson hasil ekstrak ubi kayu sebagai ramuan kimia utama, menurut Ketua BNPB, Willem Rampangilei pada sidang media, di pejabatnya di Jakarta.

Kerja penyemburan bahan itu akan dilakukan di wilayah Sumatera Selatan menerusi cara water bombing atau pengeboman berair seperti lazim dilakukan helikoter bomba udara untuk memadam kebakaran di hutan tebal.

Malangnya, tidak pula didedahkan apakah kesan sampingan akibat penggunaan bahan kimia tersebut apatah lagi tempias jerebu dari wilayah berkenaan akan ‘terbang’ bebas menuju ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.


Lapor portal mynewshub lagi, isu jerebu kali ini antara Indonesia dan negara kita termasuk Singapura dan Thailand adalah terburuk sejak 1997, seperti laporan Pentadbiran Aeronautik dan Angkasa Lepas Nasional (NASA) Amerika Syarikat (AS). - CARI Infonet.






Sumber  dan foto- mynewshub

39

Bagus
22

Marah
20

Terkejut
29

Sedih
21

Lawak
15

Bosan

Friends Rank (146 people)

  • Terkejut

    Anonymity

  • Sedih

    Anonymity

  • Sedih

    Anonymity

  • Lawak

    Anonymity

  • Lawak

    Anonymity

  • Bosan

    Anonymity

  • Bagus

    Anonymity

  • Bosan

    Anonymity

  • Marah

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity

  • Sedih

    Anonymity

  • Lawak

    Anonymity

  • Bosan

    Anonymity

  • Lawak

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity

  • Bagus

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity

  • Marah

    Anonymity

  • Bosan

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity

  • Bagus

    Anonymity

  • Bagus

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity

  • Terkejut

    Anonymity


ADVERTISEMENT


Anda Mungkin Meminati

Komen di sini | Komen di Forum

Komen Terbaru

Quote EJALTI 6-10-2015 10:21 PM
Indon sampah bangsat @cinamedun
Quote theotherfriend 6-10-2015 10:41 PM
Out of respect to my Indonesian buddies, i never wrote harsh comments pasal jerebu kat fb.

Tp kat sini, nak je dimaki seluruh suku sakat pak menteri, pegawai kanan n syarikat pembakor tu n sesapa sahaja yg terbabit.

Brengsekk lho:
Quote AbukRokok 6-10-2015 11:04 PM
indon = bodoh = babi

Quote shernazz 6-10-2015 11:08 PM
jilaka punya pembakar..
menyusahkan orang
tiap tahun mcm ni..ingat pesta ke
Quote SelamiHayati 7-10-2015 12:03 AM
perlahan lahan perasaan benci mula meresap masuk oleh org ramai. sifat tolak ansur dan bertimbang rasa terus lenyap serta merta. macam virus yg dgn mudah merebak. dan mcm biasa, bila jurang pemisahnya membesar, akhirnya peperangan berlaku, walaupun semuanya cuma sia2.
Quote MeghanK 7-10-2015 12:06 AM
bodoh sombong menteri2 dan pemerintah dorang ni
negara jiran nak tolong, taknak, berlagak sangat
pastu menyusahkan orang..kalau kat sini pon dah rasa perit nya bencana jerebu ni, kat negara dorang camne la agak nya..kesian kat rakyat dapat pemimpin bodoh camni
Quote pyropura 7-10-2015 12:09 AM

..yindon, udah kuntul kecil, otaknya juga kecil...  @XxNotTruexX  @giver  @cinamedun  @superjoni  
Quote cHimo 7-10-2015 12:31 AM
Adeii bangsat orang nak bantu  boleh pulak yindon yang merasa mereka hebat nih reject bangang..
Quote munchkin 7-10-2015 12:41 AM
cannotfixstupidindons
Quote apalancut 7-10-2015 12:53 AM
ayuh bapak2 sakalian! kita merusuh di kantor kedutaan besar indonesia! yuk kita lemparkan najis dan tahi di pintu kantor mereka!!!!!
Quote cmf_premierleag 7-10-2015 12:57 AM
Mohon Elohim goncangkan aja seluruh bumi indon dgn kekuatan 10.0 skala richter
Biar sengsara puak2 indon bodoh ni
Dah la bodoh bangsat..menyusahkan jiran2 je
Quote mommymonster82 7-10-2015 01:24 AM
Mungkin nak tunggu tsunami datang padamkan api tu ..
Quote wana89 7-10-2015 02:28 AM
Pertemuan ASEAN, Brunei, dan Malaysia Sindir Asap Indonesia
KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 14:07 WIB
Pertemuan ASEAN, Brunei, dan Malaysia Sindir Asap Indonesia

Ratusan siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru berlari ditengah kabut asap saat mengikuti latihan fisik di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 100 hingga 300 meter. ANTARA/Rony Muharrman
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengikuti pertemuan The 10th ASEAN Ministreal Meeting on Transnational Crime di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan yang dihadiri pejabat setingkat menteri se-ASEAN itu membahas tentang penanganan kejahatan teroris, perdagangan manusia, pencucian uang, dan kejahatan dunia maya.

Dalam pertemuan itu, peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam menyindir persoalan kabut asap Indonesia yang tidak kunjung berhasil diselesaikan. "Dari Malaysia dan Brunei nyindir halus," kata Badrodin saat dihubungi Tempo, Kamis, 1 Oktober 2015.

Menanggapi sindiran itu, menurut Badrodin, ia lantas menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia sudah berupaya keras memadamkan api. Polri pun telah memproses hukum para tersangka, baik perorangan maupun korporasi. "Proses pidana, perdata, sanksi administrasi, dan blacklist perusahaan yang terlibat," ujarnya.

Badrodin juga menyampaikan kepada menteri dari Malaysia bahwa pelaku pembakar hutan bukan hanya investor Indonesia. "Banyak juga investor negeri tetangga," katanya. Karena itu, dia meminta para delegasi negara seberang itu bersedia berkerja sama menegakkan hukum dengan menindak para investor yang terlibat pembakaran hutan.




Menurut Badrodin, dari semua negara yang hadir, perwakilan dari Singapura paling responsif. "Singapura positif, bahkan minta daftar nama investor perkebunan sawit itu," ujarnya.

Pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan hingga kini memang belum berhasil diatasi. Kabut asap akibat kebakaran itu tidak hanya memenuhi udara kota-kota di Sumatera dan Kalimantan, tapi juga berdampak hingga ke negeri tetangga.
Quote wana89 7-10-2015 02:31 AM
Edited by wana89 at 7-10-2015 02:34 AM

Indon meroyan berpisah tiada..dah undang2 goblok memang la kena sindir..tiap tahun bagi alasan sama

Dah Malaysia dan Brunei ni majoriti ummah melayu..macam xpaham mulut ummah melayu bab sindir menyindir ni..sentap xsentap la..yg pasti makan dalam

@Kerêta_Angin  betul x??
Quote sabbath_shalom 7-10-2015 02:38 AM
Cibai bangsat setan brengsek...kuntilanak

Buat kerja macam suster ngesot...
Quote Acong 7-10-2015 02:59 AM
sebelum maki indon, pikir2 laa dulu  
Quote kimsa-ra 7-10-2015 04:48 AM
indon caprut xguna dh 3 minggu tau iols allergic kulit :
Quote cinamedun 7-10-2015 06:06 AM
EJALTI replied at 6-10-2015 10:21 PM
Indon sampah bangsat @cinamedun

enak lon kena senjata kima
Quote cinamedun 7-10-2015 06:08 AM
pyropura replied at 7-10-2015 12:09 AM
..yindon, udah kuntul kecil, otaknya juga kecil...  @XxNotTruexX  @giver  @cinamedun  @superjoni

baru dikirim senjata kimia dikit belum dikirim rudal malon sudah jadi gila  

Lihat semua komen(255)


ADVERTISEMENT



ADVERTISEMENT


 


 


ADVERTISEMENT



ADVERTISEMENT


Mobile|Archiver|Mobile*default|About Us|CariDotMy

26-7-2024 12:56 AM GMT+8 , Processed in 0.113338 second(s), 50 queries .

Powered by Discuz! X3.4

Copyright © 2001-2021, Tencent Cloud.

To Top