CariDotMy

 Forgot password?
 Register

ADVERTISEMENT

Author: viewx

INDONESIA = DEFENCE -MILITARY ISSUES

[Copy link]
Post time 9-9-2020 09:34 AM | Show all posts

Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 9-9-2020 05:30 PM | Show all posts














Reply

Use magic Report

Post time 9-9-2020 05:33 PM | Show all posts
PT.PINDAD


Reply

Use magic Report

Post time 9-9-2020 05:48 PM | Show all posts










Reply

Use magic Report

Post time 9-9-2020 10:29 PM | Show all posts
Satria, Satelit RI Terbesar di Asia Support Informasi TNI


Reply

Use magic Report

Post time 10-9-2020 02:48 PM | Show all posts
DIRGAHAYU TNI AL KE-75  10 September 1945 - 10 September 2020
Jalesveva Jayamahe - Justru di Laut Kita Jaya




Reply

Use magic Report

Follow Us
Post time 10-9-2020 04:02 PM | Show all posts
Alugoro Laksanakan Uji Indiscretion Rate

Ini Ujian 'Misterius' Kapal Selam Buatan RI yang Dirahasiakan



Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang 4 bulan sebelum serah terima ke kementerian pertahanan, kapal selam Alugoro yang dibangun oleh PT PAL Indonesia masih terus diuji coba. Tahapan-tahapan ujian harus dilewati sebelum dinyatakan benar-benar 'lulus'.

Perkembangan terakhir proses uji coba kapal selam buatan Indonesia hanya terlacak pada akhir Juli 2020, setelah itu perkembangannya senyap tanpa jejak.

Pada pernyataan resmi, PT PAL Indonesia, pada 30 Juli 2020, pukul 09.00 WIB Kapal Selam (Kasel) Alugoro menyelesaikan pengerjaan drydocking di Graving Dock Irian PT PAL Indonesia (Persero).

Selanjutnya setelah proses suplai logistik di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero), Kasel Alugoro akan bertolak menyusuri Selat Madura, Laut Jawa, dan kemudian menuju perairan Banyuwangi untuk menjalani fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT).

Proses drydocking yang membuat kondisi kapal selam bersih diharapkan dicapai hasil yang optimal untuk pelaksanaan fase lanjutan SAT yang salah satunya adalah pelaksanaan Indiscretion Rate (IR).

Proses ini merupakan bagian sangat penting bagi sebuah kapal selam, karena menyangkut sisi 'siluman' dari kapal selam. IR merupakan rasio waktu yang dibutuhkan oleh kapal selam saat pengisian baterai di permukaan saat diesel dihidupkan, terutama pada kapal selam tipe diesel-elektrik. Semakin lama di permukaan saat mengisi baterai atau rasionya tinggi, maka kapal selam mudah diketahui lawan.

Kapal selam Alugoro sebelumnya telah berhasil menjalani proses SAT lainnya yaitu tahapan uji Tactical Diving Depth (TDD) hingga kedalaman 310,8 meter di Perairan Utara Pulau Bali pada Rabu 4 Maret 2020. Kapal Selam Alugoro juga telah berhasil melaksanakan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter pada 20 Januari 2020 lalu. NDD dan TDD juga bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) dari sebuah kapal kapal selam.

Semenjak fase SAT untuk uji IR, pihak PT PAL belum memberikan informasi resmi soal perkembangan tes Kapal Selam Alugoro. Sesuai rencana, kapal selam ini harus sudah diserahkan ke kementerian pertahanan pada Desember 2020. Pihak PT PAL Indonesia, sempat diminta tanggapan soal perkembangan terbaru dari proses uji kapal selam Alugoro.

"Info yang berkaitan dengan ini sangat strategis. Terkait rencana pengembangan juga belum bisa disampaikan, karena khawatir jika infonya menyebar lalu dari pihak misal negara lain mencari tahu lebih detil maka bisa bocor," kata Kepala Departemen Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Bila semua proses ini lolos, maka Indonesia sukses melakukan pembangunan kapal selam, sehingga menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.


https://www.cnbcindonesia.com/ne ... i-yang-dirahasiakan
Reply

Use magic Report

Post time 10-9-2020 05:00 PM | Show all posts
Edited by rifa at 11-9-2020 12:21 PM

















Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 10-9-2020 08:09 PM | Show all posts
Edited by rifa at 10-9-2020 10:12 PM

PAL Laksanakan First Steel Cutting Kapal Bantu Rumah Sakit Kedua TNI AL

LPD TNI AL.

1. KRI DR Soeharso (990)
2. KRI Makassar (590)
3. KRI Surabaya (591)
4. KRI Banjarmasin (592)
5. KRI Banda Aceh (593)
6. KRI Semarang ( 594)
7. LPD 7 Proses pembangunan Kapal 80 % Kapal ini direncanakan selesai di Oktober 2021
8. LPD 8 First Steel Cutting  8,6%







Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero).

Dalam  sambutannya Askomlek KASAL  Laksamana Muda  TNI Atok Dushanto  menyatakan pembangunan Kapal BRS Kedua ini merupakan realisasi Rencana Strategis TNI AL menuju Minimum Essential Force (MEF) serta bentuk komitmen TNI AL untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberdayaan potensi nasional.

Sementara itu dalam sambutannya Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno mewakili Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) menyatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh TNI AL dalam proyek pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut. Proses pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut saat ini telah mencapai 8,6%.

Tahapan-tahapan penting seperti keel laying direncanakan dilaksanakan pada Desember 2020, launching Desember 2021, dan delivery pada November 2022. Pada sambutan tersebut Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) tak lupa mengucapkan Dirgahayu kepada TNI AL yang jatuh bertepatan dengan pelaksanaan Seremoni FSC.

Kapal BRS tidak hanya berfungsi dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) namun juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal tersebut akan dilengkapi peralatan kesehatan setingkat rumah sakit seperti poli klinik, UGD, fasilitas operasi, fasilitas rawat inap, serta fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu Kapal BRS Kedua tersebut juga dapat melaksanakan operasi search and rescue, bantuan kemanusiaan dan bencana alam nasional maupun internasional, evakuasi massal, hingga pelaksanaan misi naval diplomacy.

Kapal BRS memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, berat 7300 ton, kecepatan maksimum 18 knot, endurance selama 30 hari, serta memiliki kapasitas akomodasi personel sebanyak 643 orang. kapal tersebut mampu untuk menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat. Kapal BRS sangat sangat dibutuhkan dan sesuai dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia.

https://pal.co.id/2020/09/tak-be ... l-brs-kedua-tni-al/


Reply

Use magic Report

Post time 10-9-2020 09:09 PM | Show all posts
Edited by rifa at 12-9-2020 01:55 PM

Latihan Hardha Marutha WING II Paskhas

https://drive.google.com/file/d/ ... C5_DVg1xZOzvia/view


Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 12:08 PM | Show all posts










Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 12:12 PM | Show all posts
Edited by rifa at 11-9-2020 12:42 PM



































Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 12:34 PM | Show all posts
Edited by rifa at 11-9-2020 12:35 PM

In capitol hill congress hall






Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 12:49 PM | Show all posts
Indonesian Marine reconnaissance battalion - Intai Amphibi (Taifib)

Taifib Pasukan marinir  2 Gelar Latihan Anti Teror
































Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 02:31 PM | Show all posts
Edited by rifa at 11-9-2020 02:32 PM

HISTORY :  Hikayat Korps Marinir, Ahli Pertempuran Hutan Gunung yang Pernah Jadi Bagian TNI AD


Okezone · Kamis 10 September 2020 14:46 WIB















TENTARA Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memiliki sejumlah pasukan khusus yang disegani di dunia. Sebut saja, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan Korps Marinir TNI-AL. Namun tahukah Anda, Korps Marinir TNI-AL pernah jadi bagian dari TNI AD?

Berawal dari dibentuknya Corps Mariniers (CM), cikal bakal pasukan baret ungu, pada 15 November 1945 di Pangkalan IV ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Tegal. Corps Mariniers ini dibentuk awalnya sebagai “pendidikan” para pelaut Indonesia yang tergabung di ALRI, agar bisa bertempur di darat dalam keadaan darurat.

Kebanyakan, instruktur Corps Mariniers ini berasal dari lulusan sekolah pelayaran. Tapi setidaknya ada satu di antara mereka yang pernah mengenyam pendidikan tempur di darat.

Dalam buku ‘Hartono: Jenderal Marinir di Tengah Prahara’ karya Petrik Matanasi, salah satu instruktur yang punya pengalaman pendidikan pertempuran di darat itu adalah Tatang Rusmaja. Seorang jebolan PETA (Pembela Tanah Air).

Dia melatih bukan hanya para personel ALRI dan pemuda asal Tegal, tapi juga dari luar kota. Sebagaimana pasukan ALRI lainnya di berbagai daerah, Corps Mariniers juga pada akhirnya terpaksa ikut bergerilya di darat karena minus alutsista laut.

Di tempat-tempat lain, pasukan ALRI ini banyak dikenal sebagai “ALRI Gunung” karena memang lebih sering bertempur di pedalaman hutan dan kaki gunung, ketimbang di laut. Tapi mereka belum termasuk Corps Mariniers karena korps anyar ini baru eksis di Pangkalan IV ALRI di Tegal, belum ada di pangkalan lainnya.

Khusus para personel Corps Mariniers asal Pangkalan IV Tegal, sekiranya 25 kali mereka mengirim pasukan ke front Semarang di masa revolusi, untuk ikut Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Angkatan Darat mempersempit gerak pasukan Belanda.

Pada masa revolusi, tepatnya pada 17 Maret 1948 sempat terjadi yang namanya “Re-Ra” alias Reorganisasi dan Rasionalisasi. Saat itu karena Corps Mariniers dari Pangkalan Tegal ini sudah banyak pengalaman tempur di darat, maka pemerintah memutuskan untuk memisahkannya dari TNI AL.

Corps Mariniers kemudian dileburkan ke dalam TNI AD Divisi Diponegoro dengan nama Resimen Samudera yang terbagi menjadi lima batalion. Sedangkan tentara laut yang ingin tetap berada di TNI AL, harus mengajukan surat permohonan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima Besar Angkatan Perang Mobil.

Baru pada 9 Oktober 1948, keluar Surat Keputusan No. A/565/1948 dari Menteri Pertahanan, di mana surat itu menetapkan pembentukan Korps Komando di lingkungan TNI AL. Kendati begitu, penerimaan personelnya baru dilakukan pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949.
Seleksi penerimaannya dilakukan di Pangkalan Utama Surabaya setlah diserahkan pada Indonesia sebagai dampak KMB. Sekira 1.200 personel yang terpilih akan jadi Pasukan Amfibi TNI AL.

Namun setelah diteliti lebih lanjut, 95 persen dari 1.200 orang yang diterima ternyata merupakan personel yang dahulunya Corps Mariniers Tegal juga. Dari semua personel Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO AL) yang tercatat pada 1950, 90 persennya juga mantan Corps Mariniers Pangkalan IV Tegal.

Oleh karena itu, eksistensi Corps Mariniers yang dibentuk 15 November 1945 seperti yang disebutkan di paragraf-paragraf sebelumnya, bisa dibenarkan merupakan cikal bakal Korps Marinir TNI AL saat ini.

Setelah pembentukan KKO TNI AL, para pembesarnya sempat meniatkan satuan khusus ini mengacu pada Korps Marinir Inggris dan Belanda. Kedua negara ini masih menyatukan Korps Marinirnya dengan AL. Tidak seperti Amerika Serikat yang Korps Marinirnya terpisah dari AL.

Namun pada akhirnya, pendidikan angkatan pertama KKO ini diarahkan ke Amerika Serikat, selain juga ke Belanda. Sementara nama Korps Marinir baru kembali dipakai pascakeluar Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 pada 15 November 1975.

https://nasional.okezone.com/read/2020/09/10/337/2275598/hikayat-korps-marinir-ahli-pertempuran-hutan-gunung-yang-pernah-jadi-bagian-tni-ad?page=2

Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 03:02 PM | Show all posts
Edited by rifa at 11-9-2020 09:49 PM

Latihan Gabungan Aspek Laut. Merebut Pantai Musuh.

Pasukan Pendarat Marinir


TAIFIB


























Bonus : TNI AD & TNI AU
















Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 11-9-2020 03:31 PM | Show all posts
Indonesia’s Decisive Move to Modernise its Naval Patrol Capability







The combination of rigour, experience, and local excellence was a winning formula. In addition, the systems’ commonality with those on other Indonesian ships would reduce training time and facilitate management and maintenance. An ambitious final specification was drawn up, including Thales’s latest-generation TACTICOS Combat Management System, SMART-S Mk2 3D and STIR 1.2 EO Mk2 radars, a Vigile Mk2 ESM, and two new tactical data links – Link Y Mk2 and a tactical data link that will be wholly delivered by PT Len, providing connectivity to Indonesia’s military communications network and enabling the corvette to play its full part in wider naval task forces. Existing weaponry will also be fully integrated, and a new VL MICA surface-to-air missile system added – a significant boost for vessel self-defence.

In March 2020, Indonesia’s defence ministry formally launched the modernisation, signing an agreement with lead contractor, PT Len, and Thales, to upgrade KRI Usman-Harun – with completion expected by 2023. The project will see Indonesia’s navy equipped with a highly capable and robust ship whose open-architecture systems will guarantee effectiveness for decades to come – whether protecting Indonesia’s economic interests or supporting task forces in wider missions.


https://www.thalesgroup.com/en/w ... %20the%20Indonesian,of%20re%2Dequipping%20and%20enhancement.
Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 09:54 PM | Show all posts


Reply

Use magic Report

Post time 11-9-2020 09:57 PM | Show all posts
PT Dirgantara Indonesia N219 Nurtanio Light Aircraft 2nd Prototype. Credit to PTDI.

Reply

Use magic Report

Post time 12-9-2020 12:27 PM | Show all posts
MBT Leopard 2A4 Angkatan Darat Indonesia



Reply

Use magic Report

You have to log in before you can reply Login | Register

Points Rules

 

ADVERTISEMENT



 

ADVERTISEMENT


 


ADVERTISEMENT
Follow Us

ADVERTISEMENT


© 1996-2026 Cari Internet Sdn Bhd (483575-W)|Hosted By IPSERVERONE|Mobile|Archiver|Mobile*default|About Us|CariDotMy

15-2-2026 05:11 PM GMT+8 , Processed in 3.532124 second(s), 28 queries , Gzip On, Redis On.

Powered by Discuz! X3.4

Copyright © 2001-2021, Tencent Cloud.

Quick Reply To Top Return to the list