Kongsberg memenangkan kontrak propulsi dan manuver untuk kapal serang cepat Indonesia
2 kapal serang cepat KCR-70 M baru untuk Angkatan Laut Indonesia
Perusahaan teknologi Norwegia Kongsberg Maritime telah mendapatkan kontrak untuk memasok teknologi propulsi dan manuver canggih untuk dua kapal serang cepat KCR-70 baru untuk Angkatan Laut Indonesia.
Sebagaimana diinformasikan, paket tersebut akan mencakup "sistem propulsi inovatif" yang menggabungkan sistem propeler pitch terkendali (CPP) kembar Promas untuk efisiensi tinggi pada kecepatan patroli dengan satu waterjet Kamewa untuk menyediakan daya dorong untuk operasi kecepatan tinggi.
Konfigurasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan daya propulsi, kecepatan, dan kemampuan manuver untuk memastikan kinerja dan efisiensi untuk kapal baru ini, menurut Kongsberg.
Selain itu, kapal-kapal tersebut akan memiliki propulsi gabungan diesel dan turbin gas (CODAG). Bahasa Indonesia: Ini terdiri dari mesin diesel kembar dan turbin gas 23 megawatt yang diposisikan di tengah untuk secara langsung menggerakkan waterjet berdiameter 160 sentimeter, yang mampu mengeluarkan lebih dari 30 meter kubik air per detik, Kongsberg mencatat.
Penggunaan kembar Promas CPP untuk propulsi utama pada kecepatan lebih dari 40 knot saat waterjet digunakan untuk meningkatkan daya, merupakan pendekatan yang inovatif, perusahaan itu menambahkan.
Kongsberg Maritime melakukan analisis hidrodinamik yang ekstensif untuk mengintegrasikan bentuk lambung dan dua jenis propulsor yang berbeda menjadi satu sistem yang menawarkan kemampuan manuver, kecepatan, dan efisiensi yang ditingkatkan.
KCR-70, yang saat ini sedang dikontrak di Galangan Kapal Sefine Turki, didasarkan pada desain FACM-70 perusahaan tersebut. Kapal serang cepat sepanjang 70 meter ini dirancang untuk berbagai misi, termasuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), peperangan antipermukaan, dan peperangan antiudara.
Ministry of Defense-Indonesian Navy Studies "Landing Helicopter Dock" Type Aircraft Carrier
JAKARTA, KOMPAS.com - The Indonesian Ministry of Defense (Kemenhan) admitted that the Ministry of Defense and the Indonesian Navy (AL) are studying the formation of a landing helicopter dock (LHD) type aircraft carrier.
Head of the Defense Information Bureau of the Indonesian Ministry of Defense Secretariat General Brigadier General Frega Wenas Inkiriwang, this ship is one of the options being studied in developing the strength of the Indonesian Navy to improve the ability to project power and joint operations.
"This study is being conducted to ensure that the procurement of the main weapons system (alutsista) carried out in the future is in accordance with the needs of national defense and supports various operations, both in the context of preparing for Military War Operations (OMP) and supporting Military Operations Other Than War (OMSP)," Frega told Kompas.com.
Frega said that as an archipelagic country, the Indonesian government continues to strive to strengthen its maritime defense system.
However, until now there has been no official decision from both parties regarding the procurement of LHD aircraft carriers.
He said that all options are still in the study stage and will continue to be developed in line with Indonesia's future defense needs.
Indonesia strengthens its military capabilities with procurement of 60 Bayraktar TB3 and 9 Akinci UCAV sets, alongside joint missile production deal with Roketsan
Indonesia has entered a new phase in its strategic defense partnership with Türkiye by signing a joint production agreement with Baykar, a leading Turkish defense technology company, for the procurement of unmanned combat aerial vehicles (UCAVs).
Under the deal, Indonesia will reportedly acquire 60 sets of Bayraktar TB3 and nine sets of Bayraktar Akinci, according to Indonesian media outlet JawaPos‘ report.
The agreement was signed between Baykar CEO Haluk Bayraktar and Republikorp Founder Norman Joesoef.
Strengthening defense ties between Indonesia and Türkiye
The partnership is backed by Indonesia’s Ministry of Defense and Türkiye’s Presidency of Defense Industries (SSB).
It was also attended by Indonesian Defense Minister Sjafrie Sjamsoeddin and SSB head Haluk Gorgun, marking a significant step in advancing bilateral defense cooperation.
The agreement includes the establishment of a joint venture company (JVC) focused on the production, assembly, and maintenance of UAVs in Indonesia.
This initiative aims to boost Indonesia’s aerospace sector and defense capabilities through the localization of UAV production.
Procurement and localization of Bayraktar TB3 and Akinci
Bayraktar TB3, currently in the testing phase, is an upgraded, shipborne version of the widely used TB2. It is designed to operate from short runways and aircraft carriers, enhancing Indonesia’s maritime defense capabilities.
The Akinci, a high-altitude, long-endurance (HALE) UCAV, offers advanced payload capabilities and an extensive range of weapon integration, making it a versatile asset for Indonesia’s military.
Baykar, a global leader in UAV technology, will contribute its expertise in manufacturing, technology transfer, and training. Republikorp, led by Chairman Norman Joesoef, will oversee regulatory compliance, infrastructure development, and the certification of local specialists.
According to reports, the agreement specifies that one UAV system, at least the Bayraktar TB2 for the Polish Armed Forces included four UAVs, ground support, and control components. However, The Aviationist page claims a single set of Bayraktar TB2 UAVs, in its Polish configuration, is made out of six TB2 UAVs, three ground control stations electro-optic infrared (EO/IR) sensors, weapons and spares.
This might mean if the set numbers are same as TB2, Indonesia will procure approximately at least 240 Bayraktar TB3 UAVs and 36 Bayraktar Akinci UCAVs, significantly boosting its aerial defense capabilities.
Korvet baru TNI Angkatan Laut KRI Bung Hatta-370 diluncurkan 28 Februari 2025 di Galangan Kapal PT Karimun Anugrah Sejati.
KRI Bung Hatta-370 merupakan kapal korvet hasil produksi dalam negeri dengan panjang 80,30 meter dan lebar 12,60 meter. Kapal ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya dilengkapi dengan 1 unit Meriam 57 mm yang dapat di-upgrade hingga 76 mm, serta 2 unit Meriam 20 mm untuk mendukung pertahanan.
PT PAL Luncurkan Kapal Selam Autonomous-Fregat Merah Putih Buatan RI Dan Senjata Laser di 2025
Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Djenod menyebut akan meluncurkan kapal selam tipe autonomous di tahun ini. Kapal selam autonomous merupakan kapal selam nirawak yang digunakan untuk menjelajahi lautan tanpa pilot atau tambatan apa pun.
Selain kapal selam, PT PAL bakal meluncurkan kapal perang kelas fregat di bulan Juni 2025. Kapal kelas fregat tersebut asli buatan dalam negeri yang diproduksi oleh PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.
"Di bulan Juni nanti, kita akan launching Fregat Merah Putih kita. Tahun ini juga kami akan launching kapal selam Autonomous produksi asli Indonesia," jelas Djenod saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, Djenod bilang di tahun ini pula PT PAL akan mulai me-launching persenjataan untuk kapal perang, termasuk senjata laser.
"InsyaAllah, di tahun-tahun depan, akan semakin banyak komponen komponen baik untuk kapal, mobil, dan pesawat yang kita akan bangun secara mandiri di dalam negeri dengan fasilitas yang luar biasa sejak Menhan (Menteri Pertahanan) Prabowo," lanjut dia.
Meski begitu, Djenod tak merinci berapa produksi kapal selam dan kapal perang fregat yang akan diluncurkan nanti. Ketika ditanya nilai produksi, Djenod juga enggan untuk menjawabnya.
PTDI dan Dassault Aviation Resmikan Design Office untuk Dukung Program Rafale
Transfer of Technology (ToT), Dassault Aviation mendukung PTDI PTDI juga akan memperoleh teknologi Electronic Warfare (EW)
Fasilitas Design Office ini menjadi tonggak penting dalam implementasi program pengadaan dan industrialisasi pesawat tempur Rafale di Indonesia, seiring dengan kontrak pengadaan 42 unit Rafale oleh Kemhan RI yang telah ditandatangani secara bertahap pada September 2022, Agustus 2023, dan Januari 2024.
Sebagai bagian dari kerja sama Offset dan Transfer of Technology (ToT), Dassault Aviation mendukung PTDI dalam pengembangan Computer Based Training (CBT) untuk sistem Rafale, serta peningkatan kompetensi dalam manajemen proyek, industrialisasi dan integrasi sistem senjata sesuai dengan standar Dassault Aviation.
Terdapat dua area utama dalam fasilitas Design Office ini, yaitu: CBT facility, yang menggunakan diagram interaktif dan grafik 3D real-time untuk memberikan pelatihan mendalam mengenai sistem pesawat Rafale, guna meningkatkan pemahaman teknis bagi kru dan teknisi; serta Weapon Integration Laboratory, yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas PTDI dalam integrasi sistem senjata di pesawat tempur.
Dengan adanya kerja sama ini PTDI juga akan memperoleh teknologi Electronic Warfare (EW), yang merupakan salah satu aspek esensial dalam perkembangan industri pertahanan global. Sistem ini memungkinkan pesawat tempur seperti Rafale untuk mendeteksi, mengganggu, dan menetralisir ancaman elektronik dari musuh, meningkatkan survivabilitas dan efektivitas dalam pertempuran modern. Dengan diperolehnya teknologi EW di PTDI, diharapkan kemampuan nasional dalam pengembangan dan integrasi teknologi peperangan elektronik semakin maju, mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Pabrik senjata PT Pindad secara resmi telah memperkenalkan varian senapan serbu terbaru SS3-M1 di Bandung pada 26 Februari 2025.
Kehadiran SS3-M1 (Senapan Serbu Generasi 3 – Modular versi 1) ini merupakan pengembangan dari produk sebelumnya SS1 & SS2 dengan berbagai masukan dari pengguna.
Seperti pendahulunya, SS3-M1 masih menggunakan peluru kaliber 5.56×45 mm standar NATO.
SS3-M1 memiliki panjang laras 14,5 inci dan bobot yang cukup ringan yakni 3,25 kg, sehingga memudahkkan pengguna dalam mobilisasi dan pengoperasiannya.
Senapan dilengkapi dengan popor teleskopik yang dapat disesuaikan, dalam kondisi terentang penuh 87,1 cm dan 79,7 cm dalam kondisi normal.
Seperti halnya senapan serbu modern lainnya, SS3-M1 dilengkapi dengan sistem picatinny rail & m-lok pada hand guard untuk pemasangan aksesori dan alat optik tambahan.
Selain itu, terdapat pegangan vertikal yang meningkatkan stabilitas serta kenyamanan pengguna dalam mengoperasikan senjata.
SS3-M1 dirancang sebagai senjata standar bagi berbagai satuan, terutama untuk satuan dengan tingkat operasional tinggi.
Di pasaran, SS3-M1 memiliki performa kemampuan setara dengan senjata basis serupa yang beredar di dunia seperti Colt M4, HK 416, dan Caracal CAR816.
PPA pertama Indonesia mulai uji coba laut di Italia.
Kapal MPCS (Multipurpose Combat Ship/PPA) pertama dari dua kapal yang dijual Fincantieri kepada Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), KRI Brawijaya (320), tengah melakukan pelayaran perdana dari galangan kapal Muggiano milik perusahaan pembuat kapal Italia tersebut (La Spezia).
Awalnya dibangun sebagai unit MPCS/PPA kelima dan keenam dalam konfigurasi Light Plus untuk Angkatan Laut Italia, kedua kapal tersebut, yang sebelumnya bernama Marcantonio Colonna dan Ruggiero di Lauria, masing-masing berganti nama menjadi KRI Brawijaya (320) dan KRI Prabu Siliwangi (321) dengan upacara yang diadakan di galangan kapal yang sama pada tanggal 29 Januari 2025, sebagai bagian dari kontrak senilai €1,18 miliar yang ditandatangani pada bulan Maret 2024. Kedua kapal tersebut dijadwalkan untuk pengiriman tahun ini.
Fotografer angkatan laut Italia Giorgio Arra mengambil gambar Brawijaya (320) selama salah satu pelayaran pertama minggu ini. Kapal kedua di kelasnya, Prabu Siliwangi (321), juga difoto sebelumnya, saat dipindahkan di antara dermaga galangan kapal Muggiano.
Kapal Brawijaya (320) diperagakan dengan semua paket persenjataan meriam termasuk meriam utama Leonardo 127/64 mm LW, yang mampu menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano, meriam Single Deck 76 mm dengan rudal antikapal dan amunisi berpemandu DART asimetris dan dua sistem meriam 25 mm yang dioperasikan dari jarak jauh. Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara SAAM ESD PPA yang berbasis pada keluarga rudal MBDA Aster (2 VLS 8-sel Grup A50 angkatan laut dengan total 16 rudal) dan radar AESA empat muka tetap Leonardo Kronos Quad C-band, di samping rangkaian EW yang luas dan mumpuni oleh Grup ELT (Elettronica) termasuk RESM/CESM dan RECM.
PT SSE Siap Mengirimkan Varian P2KM untuk Paspampres.
PT Sentra Surya Ekajaya (PT SSE) bersiap mengirimkan kendaraan lapis baja kepada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Varian kendaraan lapis baja yang dimaksud adalah seri P2KM. Video tersebut muncul dalam forum-forum militer yang melihat dari lokasinya ditengarai berada di dalam garasi PT SSE. Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari PT SSE atau Paspampres tentang kendaraan lapis baja ini.
Sebelumnya Paspampres diberitakan telah menerima 10 unit kendaraan lapis baja seri P2 APC dan Komando dari PT SSE pada tahun 2017 dan disebutkan bahwa tengah memesan versi VVIP. Kali ini kendaraan untuk Paspampres lebih mirip varian P2 AKM dibandingkan P2 APC, bahkan disebutkan sebagai versi VVIP. Terlihat kendaraan lapis baja ini dilengkapi dengan gunshot detector, pelontar granat asap dan antena komunikasi.
PT SSE adalah perusahaan Indonesia yang bergerak dalam bidang produksi kendaraan tempur yang berdomisili di kota Tangerang, provinsi Banten. Dalam lini produksinya saat ini, perusahaan mempunyai portofolio kendaraan P6 ATAV V1, P6 ATAV V3, P2KM, dan yang terbaru adalah P2 Tiger. Pelanggannya adalah Pasukan Khusus yang berasal dari TNI AD, TNI AU dan TNI AL.
Paspampres diketahui memiliki kendaraan yang memerlukan modernisasi terdiri dari Commando Scout dan Cage Commando Ranger keduanya dibuat oleh Cadillac Cage, USA. Belum diketahui berapa unit kendaraan lapis baja seri P2AKM yang akan diserah-terimakan. Namun melihat tayangan video terlihat setidaknya ada dua P2KM berdampingan dengan beberapa unit P6 ATAV V3 varian kendaraan yang dipesan Kopasgat TNI AU.