Kapal yang diproduksi Lokal PT Karimun Anugerah Sejati itu telah melalui proses penamaan dan pengiriman yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan PT Karimun Anugerah Sejati, Batam, Kepualauan Riau, Kamis (5/8/2021).
KRI Pollux-935 merupakan jenis kapal patroli cepat (PC) 40 meter yang memiliki spesifikasi panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton.
Kapal ini memiliki kecepatan maksimum 27 knots, kecepatan jelajah 20 knots dan kecepatan ekonomis 15 knots.
Kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm, meriam 12,7 mm dan mampu mengangkut 37 ABK.
PT Len : Pusat Inovasi dan Industri Radar Nasional
PT Len Industri (Persero) sebagai Pusat Industri Radar di Indonesia
Pemenuhan kebutuhan sejumlah Radar GCI TNI AU menjadi target pertama pembangunan Pusat Industri Radar Nasional ini. Len Industri diharapkan akan menjadi strategic partnersip bersama mitra vendor radar ternama dunia agar dapat mengakselerasi penguasaan dan alih teknologi radar GCI melalui proyek pengadaan radar GCI.
Indonesian engineers to return to S. Korea for KF-21 joint development
Defense 15:37 August 11, 2021
According to the Defense Acquisition Program Administration, 32 Indonesian engineers are undergoing administrative procedures, such as visa application, to return to the Korea Aerospace Industries headquarters in the southern city of Sacheon.
Garap Kapal Perang dan Kapal Selam, PAL Indonesia: Siap Launching di Akhir 2021
BUMN industri pertahanan, PT PAL Indonesia (Persero) tengah memproduksi kapal perang dan kapal selam . Rencananya, kapal tersebut akan diresmikan atau launching pada 10 November 2021.
CEO PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menyebut, perkembangan produksi kapal selam mencapai tahapan joint section. Kedepannya, manajemen akan melakukan persiapan whole local production.
“Kami memiliki target pada 10 November 2021, 70% seluruh persiapan ini akan selesai. Sehingga kami akan melakukan launching pada 10 November 2021 yang kemudian disebut dengan transformasi industri maritim 4.0," ujar Kaharuddin dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (13/8/2021).
Manajemen juga terus melakukan berbagai persiapan guna mendorong transformasi industri maritim 4.0. Persiapan tersebut diiringi dengan kesiapan keuangan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), sehingga sumber daya yang menunjang kinerja perusahaan.
Kaharuddin mengatakan, keberadaan kapal hasil perang dan selam tersebut akan menjadikan PAL Indonesia sebagai industri maritim 4.0 pertama di Asia Tenggara.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sendiri pun sudah meninjau langsung proses produksi yang tengah digenjot perseroan pelat merah itu.
Selain itu, sejumlah proyek strategis pesanan Kementerian Pertahanan seperti pembangunan dua Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 M, dua Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) serta overhaul KRI Cakra – 401 tengah dikerjakan.
Kaharuddin mengakui, pihaknya menjadi mitra strategis Kemenhan dalam modernisasi alutsista nasional. Dengan program transformasi industri 4.0 yang tengah dijalankan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem alutsista dalam negeri.
"Ini adalah sebagai bentuk dukungan Kementerian Pertahanan untuk kemajuan industri dalam negeri khususnya PAL Indonesia dalam mengerjakan modernisasi alutsista nasional yang saat ini menjadi program prioritas Kementerian Pertahanan hingga 2024," tutur dia
Marinir TNI AL Akan Latihan Bersama United States Marine Corps (USMC) Reconnaissance di AS Bulan Depan
Intai Amfibi Marinir And United States Marine Corps (USMC) Reconnaissance Unit
Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI Angkatan Laut akan melakukan latihan bersama dengan United States Marine Corps (USMC) Reconnaissance Unit di Amerika Serikat pada 1-14 September 2021 mendatang.
Rencana Latma Reconex 21-I yang akan digelar di Amerika Serikat ini berlangsung bulan depan. Latma Reconex merupakan latihan yang diselenggarakan setiap tahun ini antara TNI Angkatan Laut dalam hal ini Korps Marinir TNI AL dengan USMC Reconnaissance Unit sebagai implementasi kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat kerjasama bilateral bidang pertahanan.
The Serial Production of Kaplan Tank (Harimau Tank) will Appear at IDEF
Kaplan MT Project draws attention as the first project initiated and concluded within the framework of the "Defense Industry Cooperation Agreements" signed between Indonesia and Turkey, as well as being the first export contract signed by Turkey in the medium weight tank class.