Korean officials fly to Jakarta to claim delayed KF-X payments
South Korean officials on Tuesday flew to Jakarta to claim development costs Indonesia owes to Korea for the joint development of next-generation KF-X fighters.
According to industry sources, a Korean task force of 10 officials from Korea Aerospace Industries and the Defense Acquisition Program Administration will renegotiate with Indonesian officials from Wednesday to Thursday on how the Southeast Asian country will deliver its portion of development costs for the KF-X project.
The joint KF-X project requires 8.7 trillion won ($7.4 billion) for development. Indonesia is responsible for 20 percent of the costs, which is approximately 1.7 trillion won. However, Indonesia has been delaying its payments recently, with 500.3 billion won overdue as of April.
Indonesia, while withholding the payment, has reportedly still been seeking technology transfers from KAI, the developer of the KF-X fighters.
“Indonesian officials have requested DAPA to keep the renegotiation confidential,” a DAPA official said. “Only the Korean task force in the field will know which technology Indonesia requests for transfer.”
This month, the Indonesian government said it sliced the cost-sharing rate to 18.8 percent in the last renegotiation, though the target was 15 percent.
Perkembangan Pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit PT PAL
Project LPD TNI AL - BANTU RUMAH SAKIT - 1
Pembangunan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) oleh PT PAL Insonesia, berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Perkembangan proyek pembangunan kapal bantu rumah sakit pertama telah mencapai 71 persen pembangunan, ujar IG PT PAL Indonesia, 22-09-2020.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan telah dilaksanakan proses erection block di graving dock Semarang sebanyak 76 block dari total 121 block. 17 Block menunggu proses loading erection dan 28 block lainnya sedang dalam proses penyelesaian assembly dan painting.
Sebelumnya pada Kamis, 10-9-2020 lalu Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto menghadiri acara First Steel Cutting Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS Kedua) TNI AL yang dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga Dok Semarang PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.
First Steel Cutting merupakan penanda proses awal pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua TNI AL, yang dibangun di dalam negeri. Proses pembangunan Kapal BRS kedua ini akan memakan waktu selama 32 bulan.
Beberapa tahapan penting dalam proses pembangunan ini di antaranya Keel Laying pada bulan Desember 2020, Launching pada bulan Desember 2021 dan Delivery pada bulan akan November 2022.
Kapal BRS tidak hanya berfungsi dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) namun juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal ini akan dilengkapi ruang evakuasi dan ruang isolasi untuk pasien penyakit menular termasuk Covid-19, sehingga kehadiran Kapal Bantu Rumah Sakit ini sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan operasi TNI AL.
Kapal BRS kedua PT PAL memiliki panjang 124 meter dan lebar 21,8 meter dan tinggi 6,8 meter sehingga mampu mengakomodasi pasukan, kru dan pasien sebanyak 651 orang.
Kapal memiliki berat 7200 Ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 18 knot kecepatan jelajah 14 knot, dan endurance minimal 30 hari. Kapal juga mampu menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat.
PT Dirgantara Indonesia N219 Nurtanio light aircraft 2nd prototype after fresh new paint job. In the background is the 3rd prototype currently under construction. Credit to Bambang Haryanta.
PT RAI Teken MoU Dengan LAPAN Lanjutkan Proyek Pesawat R80
Masa depan Industri dirgantara proyek pesawat R80 sebagai Proyek Strategis Nasional/PSN, pemerintah dalam hal ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional/LAPAN telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan PT Regio Aviasi Industri/RAI, tanggal 7 September 2020.
Pemerintah Bangun 5 Seaport, PTDI Diminta Bikin N219 Amfibi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pabrikan pesawat nasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk memproduksi pesawat N219 versi amfibi sejalan dengan rencana pemerintah mengembangkan lima seaport secara bertahap mulai tahun ini.
Novie mengatakan pembangunan seaport yang dimulai pada 2020 secara bertahap akan dibarengi dengan menghidupkan kembali pesawat amfibi. Guna merealisasikannya, pihaknya kemungkinan besar akan berkoordinasi dengan PTDI usai menuntaskan sertifikasi untuk N219.
PT Merpati Wahana Raya : Ganilla 2.0 kitchen truck
kendaraan hasil karya anak bangsa produksi dalam negeri :
Kendaraan Dapur Lapangan - Field Kitchen Vehicle
1. Kendaraan khusus dapur lapangan Ganilla dapat dibawa oleh pesawat Hercules C130H / HS -- Ganilla Field Kitchen can be carried by Hercules C130H / HS aircraft
2. Desain yang kompak. (Sumber listrik, LPG, dan dapur terintegrasi dalam kendaraan) -- Compact design. (Source of electricity, LPG, and kitchen integrated in the vehicle)
3. Kapasitas memasak 200-300 pax dalam 3 jam (tidak termasuk persiapan) -- Cooking capacity 200-300 pax in 3 hours (not including preparation)