|
|
[Negeri Sembilan]
RUMAH BORAK SELATAN: LAVENDER CASCADE
[Copy link]
|
|
|
|
Rasulullah SAW mengingatkan khusus kepada golongan yang menjadikan dunia ini sesuatu yang besar di hatinya, melalui sabdanya: "Sesiapa yang dunia menjadi keinginan terbesar di hatinya maka Allah akan cerai beraikan urusannya. Dan Allah jadikan kefakiran antara kedua matanya. Dan dunia tidak mendatanginya kecuali yang dituliskan saja untuknya. Dan siapa yang akhirat itu menjadi niat utamanya (keinginan terbesar di hatinya akhirat), Allah akan kumpulkan urusannya dan Allah jadikan kekayaan di hatinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan dunia itu hina di matanya." (Hadith Riwayat Ibnu Majah) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Amaran Rasulullah SAW merupakan peringatan jelas bagi orang yang meletakkan dunia sebagai keinginan terbesar di hatinya. Kesannya, Allah SWT akan cerai beraikan urusannya, tiada kekuatan padanya dan menjadi cepat putus asa dalam menghadapi musibah dan bencana yang menimpa. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Firman Allah SWT, "Sesiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami akan membalas hasil usaha mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak dikurangkan sedikit pun padanya. Mereka itulah orang yang tidak mendapat sesuatu pun pada hari akhirat kelak selain daripada azab Neraka dan pada hari itu gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia dan batallah apa yang mereka telah kerjakan." (Surah Al-Hud ayat 15-16) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
line kita slow tau sb pakai hotspot je |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Firman Allah SWT, "Sesiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami akan membalas hasil usaha mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak dikurangkan sedikit pun padanya. Mereka itulah orang yang tidak mendapat sesuatu pun pada hari akhirat kelak selain daripada azab Neraka dan pada hari itu gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia dan batallah apa yang mereka telah kerjakan." (Surah Al-Hud ayat 15-16) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
line kita slow tau sb pakai hotspot je |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kehidupan cara Rasulullah SAW contoh terbaik bagi umat Islam dalam menjadikan kehidupan di dunia hanya sebagai wasilah mencapai kesejahteraan di akhirat. Saidina Umar al-Khattab RA pernah menangis apabila melihat kesusahan hidup baginda Nabi SAW lalu baginda bersabda, "Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. Keberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut." (Hadith Riwayat Imam al-Tirmizi). Inilah realiti kehidupan kita di dunia, hanya persinggahan sementara menuju kehidupan yang kekal abadi di akhirat sana. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dalam realiti kehidupan umat Islam semasa, wajar bagi setiap umat Islam memperbaiki diri serta memperbanyak bekalan menuju ke destinasi hakiki. Apakah nilainya keseronokan sementara berpeleseran di dunia yang fana ini? Setiap yang bernyawa pasti menemui ajalnya dan hakikatnya kita berada dalam barisan yang menunggu giliran untuk dicabut nyawa oleh malaikat yang setia pada tuhannya. Jemputan ke negeri akhirat ini boleh menyapa sesiapa sahaja tanpa mengenal pangkat di dunia, usia yang dimiliki atau harta yang bertimbun di dunia. |
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Category: Negeri & Negara
|