LATIHAN SATUAN LANJUTAN....Resimen Artileri 2 Korps Marinir Penggunaan drone dalam mengoreksi jatuhnya peluru pada Latihan LSL II TW. III tahun 2021 Pasmar 2
Project Officer dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) pembangunan kapal fregat Arrowhead 140 Sudah di Mulai.
PT. PAL Indonesia dan PT. Batamec shipyard Batam.produksi bersama Kapal Fregat Arrowhead 140 di Indonesia
PT.PAL Over produksi .. PT PAL Sedang digunakan untuk membangun KCR 60 dan kapal LPD BRS,Serta Kapal Sipil
PT PAL - PT Batamec SHIPYARD - Babcook Inggris
PT. PAL Indonesia akan bekerja sama dengan Babcock Inggris untuk desain Kapal Fregat Arrowhead 140. Adapun untuk kegiatan produksi akan dilakukan kerja sama dengan PT. Batamec.
Pembangunan kapal perang jenis fregat ini ditandai dengan pengukuhan Project Officer dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) pembangunan kapal fregat oleh Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Maman Rohman, pada Kamis, 23-9-2021 di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta, ungkap Dinas Penerangan TNI AL.
Satuan TUgas berfungsi mengawal dan mengawasi seluruh tahapan pembangunan kapal, mulai dari proses desain hingga mengintegrasi sistem serta berbagai test dengan harapan pembangunan kapal dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu.
Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut menyampaikan kapal yang akan dibangun nantinya akan mempunyai kemampuan peperangan anti-kapal permukaan (surface to surface), anti-kapal selam, anti serangan udara (surface to air) serta bantuan tembakan.
Hal ini sesuai dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, yang memodernisasi alutsista: KRI, Pesawat Udara dan Material tempur TNI AL menuju kekuatan yang siap dioperasikan.
Pengukuhan Project Officer dan Komandan Satuan Tugas pembangunan kapal fregat ini disaksikan para pejabat Kementerian Pertahanan RI, para pejabat Mabesal, Dirut PT. PAL Indonesia dan Dirut PT. Batamec.
Fregat KRI RE Martadinata Simulasi Tembak Kapal Selam Musuh
Kapal perang ini dilengkapi sistem persenjataan meriam utama Otomelara 76 mm, sistem rudal permukaan ke udara (SAM) Mica yang efektif menyergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9 km, sistem pertahanan diri (CIWS) 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat.
Kapal perang ini juga memiliki sistem Torpedo A – 244S yang mempunyai kemampuan khsusus mengincar sasaran di perairan dangkal, serta rudal permukaan ke permukaan (SSM) Exocet MM-40 Block 3 dengan jangkauan mencapai 180-200 Km.
Simulasi penembakan kapal selam musuh oleh fregat KRI RE Martadinata saat kunjungan anggota Komisi I DPR RI, ke Koarmada II di Surabaya, 17 /09/ 2021
dok. Pemasangan CIWS Fregat KRI RE Martadinata. (@ PT PAL Indonesia)
Kendaraan Taktis DDF 550 Marinir untuk Peperangan Modern
Prajurit Batalyon Komunikasi dan Elektronika 1 Marinir (Yonkomlek 1 Mar) melakukan latihan praktek lapangan dengan memeriksa Kendaraan Taktis (Rantis) Digital Direction Finder (DDF) 550 di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin, 20-9-2021.
Pertempuran di perang modern akan ditentukan oleh keberhasilan perang elektonikanya.
Digital Direction Finding ini melakukan pemindaian dengan waktu yang sangat cepat untuk menyuplai bandwidth realtime lawan. Selain memiliki akurasi dan sensitivitas, (DDF) 550 juga memiliki kekebalan yang tinggi terhadap pantulan/ refleksi.
Indonesia holds offset talks with Abeking & Rasmussen for new hydrographic ship
Indonesia's Ministry of Defense (MoD) held a virtual meeting with German shipbuilder Abeking & Rasmussen to discuss the possible procurement of an ocean-going hydrographic vessel.
According to meeting documents provided to Janes by a government source, the event was held virtually on 3 September.
The meeting was headed by Director General of Defense Potential, Brigadier General Aribowo Teguh Santoso, while Abeking & Rasmussen officials were accompanied by representatives from the company's local agent PT Agrapana Nugraha Katara.
Also present during the meeting were representatives from Indonesian shipbuilders, PT Palindo Marine, PT Batamec, and PT Bandar Abadi, state-owned electronics company PT Len, and the deans of the machining and electro-informatics faculties at the Bandung Institute of Technology.
Yon Arhanud 1 Kostrad Laksanakan Uji Siap Tempur Terintegrasi
Dalam latihan ini, Yonarhanud 1 Kostrad mengerahkan sejumlah Alutsista Rudal Mistral yang bertugas memberikan perlindungan udara kepada satuan-satuan jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad yang melaksanakan operasi darat gabungan.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 29,5 Triliun (2,0 bio USD) untuk Penguatan Pertahanan
Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden nomor 85 tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022.
Salah satu rencana kerja yang terdapat pada lampiran beleid tersebut terkait dengan penguatan pertahanan. Terdapat dua indikator dalam rencana kerja tersebut.
Pertama berkaitan dengan pemenuhan minimum essential force (MEF) mencapai 86%. Kedua kontribusi industri pertahanan mencapai 50%. Guna menjalankan rencana tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 29,5 triliun. Anggaran tersebut disiapkan untuk berbagai program kegiatan.
Pengadaan 23 jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar Rp 12,64 triliun. Selain itu ada juga pemeliharaan dan perawatan 20 jenis alutsista senilai Rp 8,14 triliun.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga akan membangun 5 sarana dan prasarana pertahanan dengan anggaran Rp 746,62 miliar. Ada pula pembangunan 25 jenis sarana dan prasarana profesionalisme dan kesejahteraan prajurit yang dibangun dengan anggaran Rp 4,86 triliun.
Kemenhan juga akan membangun satu sistem pertahanan siber pada tahun 2022 dengan anggaran Rp 38,72 miliar. Pemerintah juga akan melakukan pengadaan 5 jenis alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) industri pertahanan senilai Rp 3,14 triliun.
Sebagai informasi, pada tahun 2022, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) mengalami kenaikan. Pada tahun 2022 RAPBN Kemhan sebesar Rp 133,9 triliun naik dari tahun 2021 sebesar Rp 118,2 triliun.
Indonesia Configures 90 m OPVs for Anti-Submarine, Anti-Ship Operations
The Indonesian Navy is equipping its new class of two 90 m offshore patrol vessels (OPVs) with a Turkish combat management system (CMS) and weapons for anti-submarine and anti-ship operations.
Schematic diagrams and other official documents forwarded to Janes by an industry source confirm that the Indonesian Navy has selected the Advent combat system from Turkish software company Havelsan.
The system will be supplied with five operator consoles on a vessel combat network that has one electro-optical (EO) targeting system turret, a combined radar and EO-based fire-control system, a navigation radar, and a surveillance radar integrated with an identification friend-or-foe system.
The CMS will also be linked to a 76/62 Super Rapid (SR) naval gun – presumably from Italian defence company Leonardo – with provisions for a 35 mm naval gun system, two 20 mm cannons, anti-surface missiles, a variable-depth sonar system, decoy launchers, and an electronic warfare radar.
Togther with our partner in Indonesia, we have been awared two important contracts with the Indonesian Navy.
Terma C-Flex ESM (photo : Terma)
Terma C-Guard naval decoy launching system (photo : Terma)
On August 31st, 2021, we have been awarded a contract to supply a third-party Electronic Support Measures (ESM) systems integrated with our C-Flex Patrol for 6 vessels.
We will provide an Electronic Warfare (EW) solution that not only gives the Indonesian Navy the ability to capture, compile and utilize EW data across multiple ships, but also brings advantages in many other areas with the commonality in design and future expansion potential.
As part of the overall system design, we are also in close cooperation with a UK EW data management specialist, who will provide a shore station for ESM data processing, storage and dissemination. This combination of system solutions will allow the Indonesian Navy to establish a fully functional ESM database for their fleet.
On the same day, we were also awarded another contract for the upgrade of existing C-Guard systems with Anti-Submarine Warfare (ASW) capabilities for the Sigma-Class Corvettes of the Indonesian Navy.
In this program, we will in collaboration with a partner provide an upgrade to enhance the existing AAW (Anti-Air Warfare) capable C-Guard system with ASW capabilities. This C-Guard ASW upgrade program is a follow-on from the previous ASW upgrade contract awarded in 2019 for the same class of ships.
Our newly established Service and Operation Office in Surabaya will play a vital part of the project execution team.
These two contracts further consolidate our position and relevance in Indonesia and are testament of the crucial role that Terma Indonesia plays in the development of the company in the country.