A further batch of ASTROS II Mk6 area saturation artillery rocket systems has been delivered to Indonesia: 27 launchers and a significant number of rockets.
Indonesia ordered two batteries (36 vehicles) of the Brazilian ASTROS II system in 2012. These vehicles already equip two rocket artillery battalions and MON understands that the new vehicles are destined for the mixed rocket/tube artillery battalion of the newly formed (2018) 3rd Army Division in Sulawesi and Papua. An alternative rationale, however, is that they may be replacement units for the 1st and 2nd Divisions, since 14 ASTROS systems are now on detached duty protecting Natuna Island.
Since the signature of the original 2012 purchase of 36 units was signed there has been no notification from the MoD for any further orders. However, in February 2019, Lt Gen Moch Fachrudin, the Army’s Deputy Director of Personnel, visited Avibras’ factory in São José dos Campos, São Paulo, supposedly to guarantee that a new Indonesian order, for 56 vehicles, would be delivered by the established deadline.
Santiago Rivas and Florencia Lucero Heguy in Buenos Aires for MON/
Dua Kapal Perang Baru Produksi Dalam Negeri Perkuat Armada Tempur TNI AL
Alutsista TNI Angkatan Laut ini, kata KSAL, merupakan kapal perang produksi dalam negeri yang diproduksi PT Karimun Anugrah Sejati. Kapal tersebut akan memperkuat jajaran unsur patroli di bawah Satuan Patroli (Satrol) Lantamal X Jayapura dan Satrol Lantamal I Belawan. Kapal patroli cepat 40 M ini memiliki spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton.
Pindad Penuhi Kebutuhan 51 Unit Komodo - Kendaraan Khusus Pussenarmed
Adapun kendaraan yang nantinya akan digunakan mendukung Pussenarmed ini berjumlah berjumlah 51 unit dengan rincian 47 unit kendaraan taktis Roda 4 Komodo varian BNCV, BCV, MEV, FOV, REV dan 4 Kendaraan Logistik. “Kunjungan kami kali ini untuk melihat progres produk Komodo agar pada saat diserahkan sudah optimal dan dapat dioperasikan pada berbagai misi,” ucap Danpussenarmed, Mayjen TNI Dwi Jati Utomo.
JDAM Kits TNI AU Telah Tiba
Kedatangan JDAM Kits di Lanud Iswahjudi, Madiun (photo : Keris)
Fuze bom JDAM saat kedatangan di Lanud Iswahjudi, Madiun (photo : Keris)
Proses unloading JDAM di Iswahjudi Madiun (photo : Keris)
Pembelian JDAM oleh negara-negara kawasan (data : DAMIR)
Bom Mk80 series (photo : chosun)
JDAM Kits bom Mk80 series (photo : Boeing)
Lembaga Keris pada tanggal 25 Agustus yang lalu mengupload foto-foto kedatangan JDAM Kits untuk TNI AU di Lanud Iswahjudi pada bulan Juni 2020. JDAM (Joint Direct Attack Munition) adalah bom berpemandu GPS yang di lengkapi dengan pemandu laser dan inersial. JDAM Kits adalah perangkat panduan yang relatif murah namun dapat mengubah bom jatuh bebas menjadi senjata pintar berpandu yang akurat.
Cara kerja JDAM ini adalah selama menuju target, komputer mengatur sirip pengendali di ujung bom. Secara teoretis, kemungkinan luputnya bom jenis ini dari sasaran hanya satu-dua meter. Adapun target efektif untuk bom jenis ini adalah sasaran darat yang diam seperti bunker pertahanan musuh, gudang persenjataan maupun logistik, dan juga perangkat komunikasi musuh.
JDAM Kits buatan Boeing dan fuze JDAM buatan Kaman ini tiba di Lanud Iswahjudi Madiun dengan ekspedisi Setis Transportindo menggunakan dua truk cargo trailer besar dan langsung dilakukan unloading ke gudang munisi. Setis Transportindo adalah rekanan yang sering dipakai untuk transportasi munisi dan alutsista TNI.
Apabila kita buka laman Defense Acquisition Management Information Retrieval (DAMIR), Departemen Pertahanan AS, maka akan terlihat bahwa pesanan Indonesia terdiri 102 unit JDAM Kits dimana persetujuannya telah dilakukan pada 30 Maret 2018 dengan nilai 2,2 juta USD. Apabila transaksi dari tahun 2000 hingga 2018 kita sortir untuk negara-negara kawasan maka hasilnya adalah seperti tabel di atas. Ada diantara negara tetangga tersebut yang kemungkinan juga melakukan pembelian sebelum tahun 2000 sehingga tidak tampak pada tabel.
JDAM ini menggunakan bom Mk80 series, yaitu Mk82, Mk83, dan Mk84. Karena ukuran bom Mk80 series ini berbeda-beda maka Kits JDAM yang digunakan juga berbeda-beda. Di TNI AU bom ini digunakan oleh F-16 TNI AU. Adapun paket yang datang ini terdiri dari LJDAM kits, inert dan live bomb bodies.
Sebagaimana diketahui F-16A/B TNI AU tengah menjalani program Enhanced Mid-Life Update (EMLU), dengan upgrade ini maka pesawat tempur TNI AU ini sanggup untuk membawa rudal BVR dan bom-bom presisi. Beberapa waktu yang lalu TNI AU telah menunjukkan rudal BVR AIM-120 AMRAAM, sekarang JDAM telah tiba, para pengamat yakin bahwa akan disusul kemudian dengan Paveway laser guided bomb.
(Defense Studies)
PT DI. Peroleh Kontrak NC-212i dengan Kongo, PT DI Lihat Prospek N-219 Cukup Besar
"Jadi di saat ulang tahun ini, kita mendapatkan kontrak NC-212i, dan ternyata ada potensi kontrak 100 unit N-219 semoga kita bisa mendapatkannya, sehingga saya minta kesiapan tim N-219 terkait potensi pasar yang cukup besar ini," jelas Dirut Elfien Goentoro.
Sebelumnya, orang nomor satu di PT DI itu melakukan komunikasi jarak jauh dengan Direktur Niaga, Ade Yuyu Wahyuna yang baru saja menuntaskan penandatangan kontrak satu unit NC-212i dengan Kongo (DRC=Democratic Republic of the Congo) pada Jumat (21/8) lalu.
Dari proses tersebut, diketahui bahwa salah satu negara di Afrika itu membutuhkan pula pesawat berkapasitas 19 penumpang itu. Sinyal ini berarti menambah daftar pihak yang tertarik membeli N-219. Sebelumnya, sejumlah maskapai dalam negeri dan Pemda ingin pula memilikinya dengan perkiraan kebutuhan hampir 300 unit.
"Ada potensi ke depan di sini, kita tengah menjajaki kerjasama pengembangan pembelian N-219 sebanyak 100 unit dengan pihak DRC yang didukung investor AS sebagai holdingnya, jadi perkembangannya (N-219) ini sudah go global," kata Ade Yuyu.
Airbus Military Tunjuk PTDI Produsen Tunggal C212-400
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah ditunjuk Airbus Military sebagai produsen tunggal pesawat C212-400, satu-satunya di dunia. Asisten Direktur Utama Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan PTDI, Sonny Saleh Ibrahim mengatakan, saat ini seluruh fasilitas produksi untuk C212-400 telah dipindahkan dari San Pablo, Spanyol, ke PTDI di Bandung.
Tank Boat Antasena APC 30 Buatan Pindad Ditargetkan Selesai 2021
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja mengatakan Tank Boat Antasena APC 30 yang diproduksinya akan siap pada 2021 mendatang.
Ia mengatakan tank boat tersebut nantinya mampu menampung 60 prajurit di dalamnya.
Hal itu diungkapkan Ade dalam diskusi virtual Jakarta Defence Studies pada Rabu (26/8/2020).
"Ini sesuatu. Saya bisa mengatakam coming soon. Tunggu, available di 2021, kita mengembangkan sebuah kendaraan tempur lainnya yang memiliki konsep yang disebut tank boat Antasena APC 30. Ini adalah sebuah tank boat yang bisa mengangkut 60 prajurit," kata Ade.
Dalam data yang dipaparkan Ade, tank boat tersebut memiliki panjang 18,75 meter dan lebar 6.10 meter.
Tank boat tersebut juga mengangkut senjata RWS 30 mm + Coaxial 7,62 mm dan dua unit machine gun 12,7 mm.
Tank boat tersebut mampu menempuh kecepatan maksimal hingga 40 knots dengan muatan sedang.
Tank boat tersebut juga dapat dioperasikan pada kedalaman air minimal 90 cm dan dapat menenpuh 600 Nm dengan kecepatan 9 knot.
Usai Maung, PT Pindad Produksi Tank Boat Antasena APC-30 Tahun 2021
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja, menjelaskan, kini perusahaan sedang membuat produk pesanan khusus dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yaitu kendaraan taktis (rantis) bernama Maung. Pesanan yang akan dipenuhi itu mencapai 500 unit sesuai permintaan Kementerian Pertahanan.
"Kita melihat kebutuhan dan peluang dari berbagai macam kondisi Maung, ini sekalian kita sedang industrialisasi semoga tahun ini bisa 500 unit, meskipun kapasitas kita bangunan mencapai 1.000 unit dengan berbagai variannya," kata Ade dalam diskusi virtual yang diadakan Jakarta Defence Studies (JDS) dengan tema 'Tantangan Perang Generasi Keenam Versus Kemandirian Industri Pertahanan' di Jakarta, Rabu (26/8).
Dia menyatakan, PT Pindad juga akan meluncurkan kendaraan tempur lainnya pada 2021. Hanya saja, alutsista kali ini diperuntukkan bagi TNI AL. "Ini coming soon, available tahun 2021. Tentu saja kendaraan tersebut dilengkapi senjata mesin untuk digunakan personel TNI," ujar Ade.
Menurut Ade, spesifikasi Antasena memiliki panjang 18,75 meter dan lebar 6,10 meter, yang memiliki kapasitas kecepatan 40 knots, yang dilengkapi kekuatan 2x1.700 tenaga kuda. "Kendaraan tempur berkonsep Tank Boat Antasena APC-30, ada variasi tank boat rudal dan tank boat kaliber 105 mm," jelas Ade yang menggantikan Dirut PT Pindad Abraham Moses.
Ade pun menyinggung tentang permintaan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI memang terbatas. Hal itu menjadikan Pindad berbeda dengan pabrikan otomotif swasta yang bisa merakit mobil dalam jumlah ribuan dalam sebulan. "Rantis Anoa belum mencapai 1.000 (unit), padahal sudah berjalan 10 tahun. Ini ciri khas indhan, volume kebutuhan kecil," kata Ade.