Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra Tahun 2022
LATIHAN TERBESAR GABUNGAN 3 MATRA TNI DAN US Latihan Skala Besar dari Garuda Shield
USINDOPACOM : US NAVY,US MARINES,US ARMY DAN US AIRFORCE BERSAMA TNI AD,TNI AU,TNI AL DAN MARINIR
Selasa 22 Mar 2022 01:23 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berencana melakukan latihan gabungan yang melibatkan tiga matra angkatan bersenjata dari masing-masing negara. Hal ini Andika sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana John Aquilino di Jakarta, Senin (21/3).
"Kita berencana membuat suatu latihan yang bukan meniadakan latihan per angkatan (matra), tapi juga menjadikannya suatu bentuk latihan yang lebih terintegrasi. Sehingga kami merasakan nuansa gabungannya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya," kata Andika kepada wartawan.
Andika menjelaskan, salah satu tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, lanjut dia, TNI akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, termasuk menggunakan kekuatan militer.
Meski demikian, Andika menyebut, TNI juga memiliki keterbatasan dalam menjaga kedaulatan Tanah Air. Sebab, jelas dia, kondisi geografis Indonesia yang didominasi oleh wilayah perairan.
"Kita memiliki keterbatasan dalam menjaga keutuhan ini, karena wilayah perairan kita hampir mungkin lima kali lipat dengan daratan, dihadapkan dengan kemampuan dan jumlah alutsista yang kita punya pasti di luar kemampuan," ungkap dia.
"Kita memiliki kepentingan yang sama, dalam hal ini menjaga keutuhan wilayah NKRI. Sehingga kalau ada negara sahabat yang selama ini selalu bekerja sama, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, itu merupakan bantuan yang sangat luar biasa," lanjutnya menjelaskan.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Komandan Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM), Laksamana John Aquilino mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, ia dan Jenderal Andika mendiskusikan tentang bagaimana memperkuat pasukan gabungan yang lebih baik. Sehingga, kata dia, pada akhirnya AS dan Indonesia bisa melakukan operasi bersama.
Dia juga mengaku menghargai visi dan kepemimpinan Jenderal Andika. "Visi dari Jenderal Andika menurut saya sangat visioner untuk melakukan latihan dengan cara yang lebih rumit, untuk berlatih bersama, guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Bagi kami berdua, kemampuan untuk menciptakan kawasan Indo-pasifik yang terbuka dan bebas bagi semua negara untuk bisa beroperasi dalam situasi yang damai, stabil, dan menguntungkan bagi semua negara," tutur dia.
Untuk diketahui, USINDOPACOM merupakan komando tempur tertua dan terbesar AS. Komando ini meliputi 380 ribu prajurit, pelaut, marinir, penerbang, kesatuan Guardians, penjaga pantai, serta pegawai sipil Departemen Pertahanan AS.
USINDOPACOM bertanggungjawab atas semua kegiatan militer AS di Indo-Pasifik yang mencakul 36 negara, 14 zona waktu, dan lebih dari 50 persen populasi dunia.
Panglima TNI Bertemu Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Bahas Latihan Gabungan
Komandan ke-26 Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) Laksamana John Aquilino berkunjung ke Indonesia dan menggelar pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (21/3/2022). Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik pembicaraan Aquilino dan Andika adalah soal prospek peningkatan latihan gabungan angkatan bersenjata kedua negara. “Dalam kegiatan hari ini adalah untuk berbincang tentang bagaimana memperkuat pasukan gabungan yang lebih baik, sehingga pada akhirnya AS dan Indonesia bisa melakukan operasi bersama,” kata Aquilino di lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Aquilino memuji visi Andika dalam melihat latihan gabungan dengan cara yang lebih rumit guna menghadapi tantangan di kawasan Indo-Pasifik. “Terima kasih sekali lagi Jenderal Andika, dan saya sangat mengapresiasi kehadiran Anda bersama saya di sini,” terang Aquilino. Sementara itu, Andika mengatakan bahwa pertemuan ini salah satunya untuk mengevaluasi kegiatan latihan gabungan antara TNI dan angkatan bersenjata yang telah digelar. Salah satu tujuan evaluasi ini adalah untuk melihat progres dari hasil latihan gabungan. “Sejak tahun lalu hingga hari ini, ini adalah dalam rangka mengevaluasi di mana progres penataran dari jointness atau gabungan ini berhasil dicapai oleh pihak dari AS dan TNI,” ungkap Andika.
Andika juga mengatakan bahwa ke depan ada rencana latihan gabungan yang melibatkan tiga matra sekaligus dari angkatan bersenjata kedua negara. Latihan gabungan tri matra ini juga tanpa menyampingkan agenda latihan gabungan dari masing-masing matra.
“Kita berencana membuat suatu latihan yang bukan meniadakan latihan perdana angkatan (matra) tapi juga menjadikannya suatu bentuk latihan yang lebih terintegrasi sehingga kami merasakan nuansa gabungannya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya,” imbuh Andika.
Persiapan ToT, Local Content & Offset Pesawat Rafale, Thales Kunjungi PT.Infoglobal
Pada 23 Maret 2022, Infoglobal mendapat kunjungan dari tim Thales, perusahaan asal Perancis yang bergerak di bidang pertahanan. Kunjungan ini disambut langsung oleh Adi Sasongko selaku Direktur Utama, di Kantor Representative Infoglobal, Jakarta.
Kunjungan yang dilakukan Thales ini bertujuan untuk meninjau kemampuan Infoglobal di bidang aerospace dan pertahanan terkait dengan persiapan menerima Transfer of Technology (ToT) dan Local Content & Offset (LCO) untuk pengadaan pesawat Rafale oleh Pemerintah Indonesia.
Infoglobal berpengalaman dalam mengembangkan instrumen avionik pesawat tempur dan telah menerapkan standar AS9100 dalam sistem manajemen mutunya.
Uji tembak Rudal Starstreak oleh Kemenhan, TNI AD dan PT Len Industri di Lumajang, Jawa Timur, Kamis 25 Maret 2022. (Foto: PT Len Industri)
PT.Len Industri telah berhasil mengintegrasikan 9 Baterai Rudal Startreak dari 10 Baterai yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk digunakan oleh Artileri Pertahanan Udara TNI AD.
Sistem senjata pertahanan udara berupa Baterai Rudal Starstreak terdiri dari 1 unit kendaraan commander, 1 kendaraan pengangkut rudal, 1 unit kendaraan logistik, 1 unit radar Shikra CM 200, 4 kendaraan multi-mission system, serta 8 unit lightweight multiple launcher new generation.
Rudal Starstreak menjadi salah satu sistem senjata pertahanan udara canggih. Starstreak adalah misil kategori HVM (high velocity missile) dengan kecepatan lebih dari 3 mach, yang merupakan misil tercepat di kelasnya.
Alutsista tersebut dapat mempertahankan serangan dengan kemampuan tembak efektif sejauh 7 kilometer dan jangkauan radar mencapai 250 kilometer.
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
Helikopter Caracal TNI AU Latihan Penembakan Roket
TNI AU -- Pada hari Kamis (24/3/2022) Latihan Manyar Terampil Terpadu memasuki hari terakhir latihan. Pada hari tersebut dilaksanakan di Air Weapon Range (AWR) Salatri yang terletak di Agrabinta Cianjur Jawa Barat.
Area Air Weapon Range (AWR) Salatri dipilih sebagai tempat untuk menguji kemampuan Penerbangan Lanud ATS (Lanud Atang Senjaya Bogor) untuk melaksanakan Latihan Rocketing. Dengan menggunakan Pesawat Helikopter Caracal HT-7206, penerbangan terbaik Lanud ATS menggempur area AWR Salatri dengan tembakan Roket dari Udara.
Tabung Roket FZ225 untuk Helikopter EC725 Caracal TNI AU
FZ225 yang totalnya menyediakan 38 buah roket 2,75 inci siap tembak memungkinkan Caracal untuk melakukan serangan saturasi ke posisi musuh di darat yang berjumlah besar.
FZ225 sendiri didesain untuk meluncurkan roket 2,75 inci (70mm) FFAR (Fin Folding Aerial Rocket) atau WA (Wrap Around) yang menggunakan sirip kendali sederhana berbahan alumunium.
Dengan kapasitas isi mencapai 19 tabung roket, diameter 40,2cm, dan panjang 166,8cm, FZ225 sangat ringan karena bobotnya hanya 45 kilogram.
FZ225 juga sudah dilengkapi dengan LIU (Launcher Interface Unit) terintegrasi di bawah cantelan ke pylon, sehingga tidak perlu merombak bagian avionik helikopter untuk dapat memasang peranti yang bertugas memerintahkan penembakan roket ini. Sistem LIU ini tinggal dihubungkan ke store management system yang terpasang di Caracal dengan menggunakan MIL-STD-1553 Databus.
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
YON KAPA 1 MAR Laksanakan LSD 1 TW 1 Materi Menembak
Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri 1 Marinir (Yon Kapa 1 Mar) laksanakan LSD TW 1 TA 2022 di daerah latihan Puslatpur Marinir 6 Antralina Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/03/2022).
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
Roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) Buatan PT DI Pada Tabung Roket FZ225 untuk Helikopter EC725 Caracal TNI AU
PT.DIRGANTARA INDONESIA BISA PRODUKSI 20.000/TAHUN ROKET FFAR UNTUK TNI AU DAN TNI AD
PT Dirgantara Indonesia tahun ini akan memproduksi sedikitnya 10.000 roket Fin Folding Aerial Rocket untuk memenuhi permintaan Departemen Pertahanan menyusul kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri.
Agus Eddy, General Manager Satuan Usaha Defence PT DI, mengatakan roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) itu sudah diserap TNI sejak pertama kali diproduksi pada 1981.
Dia mengungkapkan roket yang sebagian besar materialnya berasal dari komponen lokal itu sebenarnya memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 unit per tahun.
"Kapasitas 10.000 unit itu untuk satu shift kerja. Apabila permintaan naik, kami bisa memproduksi hingga 20.000 unit," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Roket jenis FFAR memiliki tiga tipe berdasarkan diameter serta jarak luncur, yakni tipe MK 60 dengan diameter 100 mm serta tipe MK4 dan MK40 berdiameter 67 mm.
Peralatan ini tidak bisa dikendalikan sehingga peluncurannya ke target sasaran membutuhkan kecermatan personel militer. Pada TNI AU, roket ini biasa digunakan sebagai senjata untuk jet tempur.
FFAR memiliki kemandirian teknologi yang sulit diketahui negara lain, sebab proses produksinya ditangani seluruhnya oleh personel BUMN strategis itu.
Agus mengatakan saat pertama kali diproduksi pada 1981, pihaknya masih menerapkan teknologi di bawah lisensi produsen roket Force de Zeeburg Belgia.
"Kami terus mempelajari dan memodifikasi teknologi itu, sehingga bisa diproduksi sendiri."
PT DI juga memproduksi roket multilauncher yakni jenis yang tidak hanya bisa diluncurkan dari udara namun dari darat dan laut.
Roket jenis itu, kata Agus, 100% desainnya dibuat personel PT DI, namun dia tidak bisa menyebutkan kapasitas produksi dari jenis ini karena tidak mengetahui datanya.
Satuan Usaha Defence PT DI saat ini juga mampu membuat torpedo berdiameter 122 milimeter yang mempunyai jangkauan area hingga 40 km di pabrik divisi perusahaan yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Semua peralatan ini sebagian besar diserap oleh TNI dan sebagian lainnya diekspor ke sejumlah negara. Namun, kami tidak bisa menyebutkan nama negaranya karena terikat perjanjian," tandasnya
ROKET TERBARU PT DI. Kemhan Sertifikasi oleh Tim IMMA (Indonesian Military Airworthiness Authority). Rocket Motor RD 702 Buatan PT DI TAHUN 2021
Penandatanganan dan penyerahan Sertifikat Kelaikan Militer dilaksanakan setelah seluruh proses kegiatan Sertifikasi Kelaikan yang meliputi kegiatan Aplikasi, Verifikasi Dokumen/Review Document dan Pemeriksaan Kesesuaian/Conformity Inspection serta Pengujian Fungsi/Functional Test yang telah dilaksanakan oleh Tim IMMA (Indonesian Military Airworthiness Authority).
Helikopter Serbu Mi-35P Puspenerbad TNI AD Sukses Dipasangi Roket FFAR Produksi PT DI
Helikopter serbu Mil Mi-35P adalah produksi Rusia, dan sebanyak delapan unit telah diakuisisi Puspenerbad TNI AD sejak 2010 berikut bekal persenjataan, mulai dari kanon GSh-30K 30 mm yang menjadi senjata internal, roket S-8 Kom dan rudal anti tank 9M120 Ataka (AT-9 Spiral 2). Dan kini ada kabar inovasi alutsista di lini Kavaleri Udara, yaitu Mi-35P TNI AD kini mampu menggotong dan melepaskan roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket) 2.75 Inchi, yang notabene berstandar NATO.
Dikutip dari kemhan.go.id, disebutkan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) dalam Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan Tahun Anggaran 2019, telah merilis first artcicle alat kendali tembak sistem radar roket FFAR pada helikopter Mi-35P yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Berhasil melewat tahapan first article, artinya prototipe ini telah sukses melalui fase uji coba dan siap untuk diproduksi.
Lanud Supadio Pontianak Kalimantan Barat Gelar Manlap Latihan Satuan Alap Gesit Mandau Terbang-22
Lanud Supadio gelar Manlap Latihan Satuan Alap Gesit Mandau Terbang-22, simulasi latihan dalam situasi kontijensi, berdasarkan laporan Kosek IKN terdeteksi "Lasa X", seluruh Satuan lakukan "Siaga" dan menyiapkan serta gelar seluruh unsur kekuatan relevansi Operasi Militer Perang (OMP), lakukan tindakan sesuai Rencana Operasi (RO), renlibat, dan rengerak seluruh Satuan sesuai perintah Siaga Kosek IKN/Eskalasi Hanud, dan penghancuran target sasaran, berlangsung di Training Area, dan Militery Apron Lanud Supadio, Selasa (29/3/22).
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
Penandatanganan Kontrak Reverse Engginering Rudal Nasional Indonesia Tahun 2022
KONSORSIUM RUDAL NASIONAL 6 INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA
- PT.DIRGANTARA INDONESIA (DI) - PT.PINDAD - PT DAHANA - PT.LEN - PT AERO TERRA INDONESIA - PT MULATAMA
Dalam rangka meningkatkan kemampuan pertahanan negara, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan melaksanakan pengembangan Industri dan teknologi pertahanan guna mendorong dan memajukan pertumbuhan Industri Pertahanan. Kementerian Pertahanan melalui Ditjen Pothan Kemhan melaksanakan Program Pembinaan Potensi Teknologi Industri Pertahanan (Binpottekindhan).
Program Reverse Engineering System Rudal TA. 2022 merupakan Program Binpottekindhan yang diinisiasi oleh konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT. Dirgantara Indonesia (Persero), PT. Pindad (Persero), PT. Dahana (Persero), PT. Len Industri (Persero), PT Aero Terra Indonesia dan PT. Mulatama.
Pada hari Jumat 1 April 2022, Ditjen Pothan Kemhan yang diwakili oleh Laksma TNI Sri Yanto, S.T. , Sesditjen Pothan Kemhan dan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Wildan Arief, Plt. Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) menandatangani Kontrak Reverse Engineering System Rudal TA. 2022 dengan scope pekerjaan yaitu Manufacturing Sub System, Uji Sub System dan Uji Integrasi serta Certification Tahap III.
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
Pembangunan Tambahan Upgrade Fasilitas Produksi Kapal Selam PT.PAL Semester 1 Tahun 2022
Dana Proyek Rp.1,28 Triliun Kementrian Keuangan + Kementrian Pertahanan
Sub-Factory Fasilitas Kapal Selam (Blasting Painting Section Shop, GRP Shop1, GRP Shop 2, Maintenance and Support Facility, Bengkel Pengelasan dan Pengujian termasuk Scafolding Area, serta bangunan TPS Limbah) di PAL
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register
LIVE TRACKING LOCK PESAWAT F 16 TNI AU OLEH SATBAK RUDAL ARHANUD 13 TNI AD
AIR DEFENSE ARTILERRY : Latihan Bersama TNI AD PERTAHANAN UDARA & TNI AU
Latihan gabungan bersama TNI AU.
Guna menguji kesiapan tempur Baterai Rudal Arhanud, Yonarhanud 13/PBY gelar latihan gabungan bersama TNI AU. Latihan Tracking Pesawat F16 dilaksanakan selama tiga hari dengan aman dan lancar.
This post contains more resources
You have to Login for download or view attachment(s). No Account? Register