Post time 4-1-2020 03:28 PMFrom the mobile phone|Show all posts
Edited by 1234u at 4-1-2020 03:36 PM
Adm89 replied at 4-1-2020 02:19 PM
Betul uolls dia igt naqiu sorang ada aib dlm bumi ni. Dia pon ada, idolat dia pon ada kita semua a ...
kann. canalah klu aib idolat drg trsebar. bila kita blas kata kita mroyan, kita yg mulakan. bila kita diam kata kita nyucikan artis. kat sini aman2 jee bila tak suka kita jujur takda nak puji smpai lngit ktujuh. even bfore msuk gv pun tahu life dia cana krja kat kelab tu cana, artis yg nmpk clean pun byk kluar msuk kelab, eh taknak crita lah psl tu. yg dh lama kenal naqiu pun takda buka mulut mcm dia sorg je tahu cerita tu.
haah, dia dgr dari sumber & dia sbarkan seumpma mcm dia saksi kedua dua akad nikah tu. idolat sblah msa muda pun buat prngai ye. *lps ni msti ada yg kata tu kisah lama, yg naqiu ni lain*
Post time 4-1-2020 03:37 PMFrom the mobile phone|Show all posts
Yang perlu diingat, wahai saudariku, diri kita ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Maka sibukkan diri ini untuk memeriksa dan menghitung aib sendiri, niscaya hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain. Lagi pula, orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami z dari Rasulullah n:
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya.Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”)
Abdullah bin ‘Umar c menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah n naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi:
“Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2032, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain, hadits no. 725, 1/581)
Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim. Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar memandang ke Ka’bah, ia berkata:
“Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya di sisi Allah darimu.”
Karena itu saudariku… Tutuplah cela yang ada pada dirimu dengan menutup cela yang ada pada saudaramu yang memang pantas ditutup. Dengan engkau menutup cela saudaramu, Allah akan menutup celamu di dunia dan kelak di akhirat. Siapa yang Allah tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi n bersabda:
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537)