|
|
abbyhoney replied at 16-10-2017 05:40 PM
Jamak Solat ada syarat2nya. Bukan boleh jamak sebarangan. Tak sah nanti. kalau sebabkan kerja mcm ...
Hadis jamak solat tanpa musafir atau takut.
Sahih Muslim , Jilid II: Hadis No.: 666, 667, 670, 671. Muka surat : 37, 38 dan 39.
Hadis no. 666: Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: 'Rasulullah saw pernah menjama' solat Zhuhur dan 'Ashar, Maghrib dan 'Isya tidak ketika takut dan tidak pula dalam perjalanan.'
Hadis no. 667: Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: 'Rasulullah saw. pernah menjama' solot Zhuhur dan 'Asar di Madinah, tidak pada waktu takut (perang atau dalam keadaan bahaya) dan tidak pula dalam perjalanan. Kata Abu Zubair, dia menanyakan hal itu kepada Sa'id, katanya: 'Kenapa Rasulullah saw, sampai berbuat demikian?' Jawab Sa'id, 'Aku pun pernah bertanya seperti itu kepada Ibnu 'Abbas: 'Beliau ingin untuk tidak menyulitkan umatnya.'
Hadis no. 670: Dari Ibnu 'Abbas r.a., katanya: 'Ketika Rasulluah saw, berada di Madinah, beliau pernah menjama' shalat Zhuhur dengan 'Ashar, dan shalat Magrib dengan 'Isya, tidak pada saat perang dan tidak pula ketika hujan. Waki' bertanya kepada Ibnu 'Abbas, ' Apa sebabnya Nabi saw berbuat demikian?' Jawab Ibnu 'abbas, ' Supaya tidak menyulitkan umatnya.'
Hdis no. 671: Dari 'Abdullah bin Syaqiq r.a., katanya: 'Pada suatu hari sesudah 'Asar, Ibnu 'abbas memberikan pengajian di hadapan kami hingga terbenam matahari dan bintang-bintang sudah terbit. Lalu jamaah berteriak, 'Shalat! Shalat!' Bahkan seorang laki-laki Bani Tamim langsung berdiri ke hadapan Ibnu 'Abbas, lalu ia berkata, 'Shalat! Shalat!' Kata Ibnu 'Abbasa, ' Apakah engkau hendak mengajariku tentang Sunnah Nabi, yang engkau belum tahu? Aku melihat Rasulullah saw menjama' shalat Zhuhur dan Ashar, dan Magrib dengan 'Isya.'Kata Abdullah bin Syaqiq, ' Aku ragu kebenaran itu aku bertanya kepada Abu Hurairah. Ternyata Abu Hurairah membenarkan ucapan Ibnu 'abbas itu.' |
|