CARI Infonet

 Forgot password?
 Register
Search
Carian Terbanyak:
View: 231805|Reply: 1608

INDONESIA = DEFENCE -MILITARY ISSUES

[Copy link]
Post time 7-11-2013 02:21 PM | Show all posts |Read mode
UNTUK FORUMER INDO
------------------------
PENGUMUMAN
BERHUBUNG THREAD YANG DULU SUDAH OVER JADI SAYA BIKIN THREAD YANG BARU
SILAKAN POST DISINI, SELAMAT ATAS THREAD BARU

DEMIKIAN PENGUMUMAN INI DIBUAT
BY viewx
SALAM BUAT SEPUH
wongedandotcom, rifa dll

Rate

1

View Rating Log

Reply

Use magic Report

 Author| Post time 7-11-2013 02:24 PM | Show all posts
PT.PAL dan Pemenuhan Alutsista TNI-AL
Rabu (06/11), Komite Kebijakan Industri Pertahanan kembali melakukan sidang. Namun yang istimewa, kali ini sidang lebih terfokuskan kepada matra laut. Bukan tanpa alasan, karena memang sejak 1-2 tahun terakhir PT.PAL seolah kebanjiiran order pembuatan Kapal Perang dari kementrian pertahanan. Daftarnya dimulai dari Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal Rudal, Kapal Selam, hingga kapal tunda.
Wakil Menteri Pertahanan sendiri telah 6 kali melakukan observasi ke PT.PAL untuk meninjau kesiapan BUMN itu menerima berbagai macam proyek. Proyek-proyek tersebut antara lain, pembuatan Strategic Sealift Vessel pesanan Filipina, Produksi PKR, Upgrade korvet kelas Fatahillah, serta overhaul kapal selam. Menurut Wamenhan, Sjafrie Sjamsoeddin, semua proyek tersebut dibuat dalam manajemen terpisah sehingga tidak overlapping satu sama lain, namun tetap diawasi KKIP. Menteri BUMN, Dahlan Iskan pun menambahkan, untuk proyek-proyek tersebut pihaknya akan meminta Bank BUMN menyediakan pendanaannya.
Disisi lain, Kepala TNI-AL Laksamana Marsetio mengungkapkan, pihaknya membutu*kan setidaknya 12 unit Kapal Selam serta 20 buah kapal perang sekelas Fregat untuk mengamankan perairan Indonesia. Ia berharap, sebagian besar kebutu*an itu bisa diproduksi oleh PT.PAL. Khusus untuk kapal selam, KSAL menambahkan pembuatannya memakan waktu cukup lama. Untuk kapal pertama dibutu*kan setidaknya 50 bulan, jadi sekitar tahun 2017 nanti kapal selam baru diterima. Namun untuk kapal ke-2 dan ke-3 hanya dibutu*kan rentang waktu 6 bulan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menambahkan pihaknya tetap komitmen terhadap kemandirian industri dalam negeri. Sekalipun ada pembelian atau hibah, itu pun belum bisa menutupi kebutu*an TNI-AL, seperti soal hibah Kapal Selam dari Russia. Soal hibah kapal selam ini, Kemenhan masih menunggu surat resmi penawaran hibah dari Russia.
Sementara itu, pihak PT.PAL yang ditemui ARC seusai sidang menyatakan semua program berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Untuk Kapal Cepat Rudal misalnya, dijadwalkan akan Sea Trial pada bulan Desember 2013. Namun KCR-60 ini dipastikan belum menggotong persenjataan maupun SEWACO. Pasalnya, senjata dan SEWACO-nya masih dalam tahap pengadaan, jadi untuk sementara KCR-60 akan menggunakan persenjataan yang ada di inventory TNI-AL. PT.PAL sendiri mengajukan untuk senjata utama menggunakan meriam 57 milimeter, sementara untuk rudal-nya diserahkan ke pihak TNI-AL yang mengajukan pembelian. PT.PAL kemudian yang akan mengintegerasikan senjata dan sensor-sensornya ke Platform yang telah dibuat.

Lalu pada Januari 2014, akan dilakukan pemotongan modul pertama SIGMA PKR 10514 di PT.PAL. Seperti diketahui, PT.PAL kebagian mengerjakan 4 dari 6 modul SIGMA PKR 10514. 2 modul sisa yang dikerjakan oleh DSNS Rumania dan Belanda akan dikerjakan pada bulan Mei dan Juni 2014. Kemudian pada Februari dan Juni 2015, Modul dari Rumania dan Belanda akan dikirim ke Surabaya untuk diintegerasikan. ARC juga mendapat penjelasan, pada PKR yang kedua nanti, PT.PAL akan kebagian mengerjakan 5 modul. Selain itu PT. PAL juga memastikan, pihaknya mendapat lisensi untuk 20 buah kapal. Lisensi ini tidak mengharuskan PT.PAL membayar royalti jika untuk kebutu*an dalam negeri.

credit by arc.web.id




Reply

Use magic Report

Post time 7-11-2013 02:26 PM | Show all posts
Siap laksanakan ndan....  

Last edited by wongedandotcom2 on 7-11-2013 02:29 PM

Reply

Use magic Report

Post time 7-11-2013 02:35 PM | Show all posts
Remembering the First Indonesian Made Fighter; NU 200 Sikumbang (1954)

Long before the frenzied creation plan of KFX jet fighter / IFX, precisely in August 1, 1954, a light plane that has been categorized as a fighter actually aired in the homeland. That aircraft was later named NU-200 Sikumbang. Currently, Air Force Major Nurtanio's aircraft design can be seen at the facility of PT. Indonesian Aerospace in Bandung, West Java. Many readers may already know about this plane. Taken from Angkasa Magazine October 1955 issue of TH.VI. Here is the gist.









Specs of NU-200/225 Sikumbang

Data from Jane's All The World's Aircraft 1955–56

General characteristics
· Crew: 1
· Length: 8.16 m (26 ft 9 in)
· Wingspan: 10.61 m (34 ft 10 in)
· Height: 3.35 m (11 ft 0 in)
· Wing area: 16.9 m2 (182 sq ft)
· Aspect ratio: 6.6:1
· Airfoil: NACA 23015 at root, NACA 23009 at tip
· Empty weight: 795 kg (1,753 lb)
· Gross weight: 1,090 kg (2,403 lb)
· Fuel capacity: 205 L (54 US gal; 45 imp gal)
· Powerplant: 1 × de Havilland Gipsy Six air-cooled inverted six-cyliner inline engine, 150 kW (200 hp)
· Propellers: 2-bladed fixed pitch

Performance
· Maximum speed: 256 km/h (159 mph; 138 kn)
· Cruising speed: 224 km/h (139 mph; 121 kn)
· Range: 960 km (597 mi; 518 nmi)
· Service ceiling: 5,030 m (16,503 ft)
· Rate of climb: 5.1 m/s (1,000 ft/min)

Sikumbang Dalam Catatan Mayor Udara Nurtanio

@rifa Last edited by wongedandotcom2 on 7-11-2013 08:44 PM

Reply

Use magic Report

Post time 7-11-2013 02:39 PM | Show all posts
Cockpit view of Indonesian Sukhoi firing ASM missile to target
NATUNA - ANGKASA YUDHA OPERATION 2013




Videos of Indonesian Air Forces Planes bombing the targets.


Target was successfully destroyed by an air raid.
Reply

Use magic Report

 Author| Post time 9-11-2013 06:15 AM | Show all posts
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dalam rangka pertahanan dan keamanan negara, negara membutu*kan satelit yang tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya penyadapan seperti yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia.

"Jalan keluar yang paling baik, realistis, kita harus mempunyai peralatan yakni satelit. Negara harus punya satelit khusus yang didedikasikan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan," kata Agus di Jakarta. Komisi I DPR RI sendiri sudah membahas rencana pembelian satelit khusus tersebut.

"Kita sudah bahas di Komisi I DPR RI. Mitra kerja Komisi I DPR RI sudah diajak bicara dan sepakat. Tinggal dirumuskan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisir," kata Agus.

Dia mengatakan, satelit yang khusus dimiliki dan dibeli Indonesia, hanya digunakan untuk fungsi-fungsi pertahanan dan keamanan. "Disitu ada kegiatan mengcover kegiatan inteligen, melakukan counter kalau diintersep, ada kepentingan militer, cyber war," kata politisi Golkar itu.

Dikatakan, pembelian satelit tersebut adalah untuk mengimbangi perkembangan teknologi penyadapan yang dipergunakan oleh AS dan Australia meskipun peralatan anti sadap yang dimiliki oleh Badan Inteligen Negara (BIN) dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) mungkin memadai.

"Tapi adalah alat-alat yang memprotek komunikasi, data dan info dari kantor presiden dan wakil presiden. Saya kira, cukup memadai atau tidak, saya tidak tahu karena kita tak boleh menutup kemungkinan bahwa teknologi yang dipergunakan oleh AS dan Australia itu, teknologi penyadapan, teknologi inteligen, berkembangnya cepat sekali. Apakah kita mempunyai ritme yang sama dengan perkembangan teknologi itu, saya kira harus betul-betul kita pelajari," kata dia.

Selain itu, sekarang ini bukan hanya presiden dan wakil presiden yang disadap, tapi juga ada politisi, menteri dan ketua-ketua umum partai, termasuk pimpinan DPR. "Menurut pandangan saya, mereka cukup "telanjang" dan mudah disadap. Apakah mereka punya pengamanan yang cukup sehingga tidak disadap," ujarnya.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Antara News


tumben DPR pikirannya waras
klo DPR udah Acc tunggu aja penampakannya
apa satelit dari russia atau france
(tak disangka)

Reply

Use magic Report

Post time 9-11-2013 11:29 AM From the mobile phone | Show all posts
satellit made-in indo orari-lapan ditunda tahun 2014 launchnya .   gara2 india molor bikin roketnya. Last edited by SemarMendemX on 10-11-2013 08:19 AM

Reply

Use magic Report

Post time 9-11-2013 05:59 PM | Show all posts
ada thread baru
Reply

Use magic Report

Post time 10-11-2013 08:20 AM From the mobile phone | Show all posts
rifa mabok... di jawil ae kae...
Reply

Use magic Report

Post time 10-11-2013 09:14 AM | Show all posts
Belum 100 pages sudah dibuka baru? Tak mengapa, yang lama saya tutup ya?
Reply

Use magic Report

 Author| Post time 10-11-2013 10:30 AM | Show all posts
alphawolf posted on 10-11-2013 09:14 AM
Belum 100 pages sudah dibuka baru? Tak mengapa, yang lama saya tutup ya?

OK thread yang lama ditutup
Thank's mod
Reply

Use magic Report

 Author| Post time 10-11-2013 10:50 AM | Show all posts
SemarMendemX posted on 10-11-2013 08:20 AM
rifa mabok... di jawil ae kae...

iya tuh

Reply

Use magic Report

Post time 10-11-2013 03:48 PM | Show all posts
Waduh Udah Pindah Tohh....

Okelah gabung lagi..

Cyberwar:

Serang asio.gov.au, hacker Indonesia didukung peretas se-Asia

http://www.status.ws/www.asis.gov.au




"Merdeka.com - Hacker Indonesia berhasil mematikan situs http://asis.gov.au hingga status 404 Not Found. Sasaran berikutnya adalah situs http://asio.gov.au yang juga sama-sama situs intelijen yang telah melakukan penyadapan kepada Indonesia.  

Berbeda dengan malam sebelumnya, malam ini (10/11), hacker Indonesia mendapat dukungan dari hacker lain se-Asia. Setidaknya demikian komentar yang dibaca dari laman www.status.ws mengenai status jatuhnya server situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au.

"All Asia Support you Indonesia," tulis Rachel yang berasal dari Thailand. Dukungan yang dimaksud adalah dukungan untuk menyerang situs pemerintahan Australia sebagai dampak aksi mata-mata dan penyadapan yang dilakukan pemerintah itu terhadap pemerintah Indonesia.  

Dan menindaklanjuti serangan kemarin, walaupun situs www.asis.gov.au sudah down, namun para hacker nampaknya masih ingin memastikan bahwa situs ini benar-benar mati. Apalagi sebelumnya, situs yang dibuat down oleh para peretas Indonesia sesekali hidup kembali. "Kita mau kasih 404 not found," kata seorang hacker.  

Setidaknya, terdapat dua kelompok hacker Indonesia dengan anggota lebih dari 500 orang yang tengah menyerang situs www.asio.gov.au. Om-Jin selaku komandan serangan hacker Indonesia malam ini meminta para hacker untuk jangan sampai menghentikan serangan walaupun DOWN, karena belum tentu sudah 404 Not Found.

"ersiapkan diri kalian. Ini Bukan tempat untuk mencari ketenaran, siapa hebat dan siapa master , kita semua sama. Kita hanya membuktikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa hacker, DDOSER, caridinger, terserah orang mengatakan apa, kita melakukan hal ini hanya semata-mata agar privasi Indonesia tidak terusik," ujar Om-Jin.  

Grup hacker lain, Suram-Crew juga menyasar sasaran yang sama, yaitu http://asio.gov.au yang dimotori oleh Zombie-Root. Berdasarkan situs http://www.zone-h.org/archive, setidaknya sudah lebih dari 100 ribu website Australia dan Amerika Serikat yang disasar para hacker Indonesia."]


Selamat hari pahlawan

Reply

Use magic Report

Post time 10-11-2013 07:42 PM From the mobile phone | Show all posts
setelah dilock baru inget nyari temenya...
Reply

Use magic Report

 Author| Post time 11-11-2013 09:33 AM | Show all posts
SemarMendemX posted on 10-11-2013 07:42 PM
setelah dilock baru inget nyari temenya...


Reply

Use magic Report

Post time 11-11-2013 05:49 PM | Show all posts
bila nk cerita psl attack heli indon yg terhempas tu? senyap je
Reply

Use magic Report

Post time 11-11-2013 06:34 PM From the mobile phone | Show all posts
raxief posted on 11-11-2013 05:49 PM
bila nk cerita psl attack heli indon yg terhempas tu? senyap je

sila upload pakcik. thanks kalau dibantu upload beritanya.
Reply

Use magic Report

Post time 11-11-2013 07:48 PM From the mobile phone | Show all posts
Dah part bape ni?
Reply

Use magic Report

Post time 11-11-2013 08:53 PM | Show all posts
Indonesia Memasuki Era Kebangkitan Industri Pertahanan



"Seoul - Setelah sembilan tahun membangun, Indonesia kini memasuki era kebangkitan industri pertahanan. Indonesia sudah mampu memproduksi sejumlah jenis senjata api, panser, kapal laut, dan kini tengah mempersiapkan pembuatan kapal selam dan pesawat tempur.   

"Kita harus optimistis bahwa Indonesia bisa membangun industri pertahanan untuk menjaga wilayah NKRI serta menunjang stabilitas politik dan ekonomi," kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam dialog dengan masyarakat Indonesia di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Minggu (10/11).      

Wamenhan berada di Seoul hingga Rabu (13/11) untuk mengikuti "Cyber Defence Conference" dan meninjau pabrik pembuatan T-50i Golden Eagle, pesawat tempur pesanan Indonesia yang dibuat Korsel.     Indonesia sudah memesan satu skuadron--16 buah pesawat--T-50i dan pengiriman sedang berlangsung. Selain pesawat, Indonesia juga memesan kapal selam dari Korsel. Saat ini, Indonesia sudah memiliki lima kapal selam dan sedang memesan tujuh kapal selam lagi.    

Korsel dipilih karena negara ini sejak awal menggunakan kapal selam buatan Jerman, sama seperti Indonesia. Kapal selam yang diproduksi Korsel pun merupakan pengembangan dari kapal selam Jerman.     Keputusan bekerja sama dengan Korsel membuat Indonesia akan lebih cepat menguasai teknologi pembuatan kapal selam. Lagi pula, kapal selam buatan Jerman yang kini dipakai akan mudah mendapat suku cadang dan perbaikan.

Setelah kerja sama produksi di Korsel, pembuatan kapal selam akan dialihkan ke Indonesia. "Kita akan menjadi negara pertama di ASEAN yang memproduksi kapal selam," kata wamenhan. Sesuai amanat UU 16/2012 tentang Industri Pertahanan, lanjut Sjafrie, Indonesia harus memproduksi sendiri senjata dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di dalam negeri. Impor hanya untuk senjata dan alusista yang tidak bisa diproduksi di Indonesia.      

"Itu pun dengan syarat harus ada alih teknologi agar dalam waktu tertentu, semuanya bisa diproduksi di dalam negeri. Alih teknologi sungguh menantang teknokrat dan profesional kita," katanya.     "Kita tidak akan malu lagi saat latihan bersama sesama negara ASEAN, bahkan dengan negara lain di luar ASEAN, yang lebih maju. Kita bisa menunjukkan bahwa kita punya peralatan militer berat yang bagus. Senjata, panser, kapal, dan pesawat buatan Indonesia sudah diekspor.      

Semua kemampuan ini tinggal diitngkatkan," ungkap Sjafrie menjawab pertanyaan para mahasiswa dan profesional asal Indonesia yang datang dari berbagai wilayah di seluruh Korsel.     Dalam 10 tahun terakhir, kata wamenhan, kemajuan persenjataan Indonesia cukup signifikan. Ini juga berkat alokasi anggaran untuk pertahanan yang meningkat.

Dalam lima tahun, pemerintah mengalokaskan sekitar Rp 150 triliun untuk pertahanan. "Kita belum pakai semua karena Indonesia masih membutu*kan dana untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan infrastruktur," paparnya.     

Tiga Prinsip Universal    Mengutip Presiden SBY, Sjafrie mengatakan Indonesia memegang tiga prinsip plus satu dalam membangun bangsa dan menjaga kedaulatan negara. Pertama, kalau negara ingin kuat, politiknya harus bermartabat. Kedua, ekonomi harus tumbuh pesat. Ketiga, ada kemampuan pertahanan.      

"Yang harus mejadi perhatian adalah persatuan. Sepanjang ada persatuan, dalam negeri mauuun yang di luar negeri, kita akan kuat," kata Sjafrie.     Sistem pertahanan memberikan kontribusi terhadap politik dan ekonomi. Saat ini, di era global Indonesia harus meningkatkan pertahanan dan kerja sama. "Jika ingin damai, siaplah perang. Ini bukan berarti Indonesia menyiapkan perang.

Tapi, sebagai negara besar dan berdaulat, kita harus mempunyai sistem pertahanan yang baik," kata Sjafrie.     Indonesia, lanjutnya, menempuh empat kegiatan strategis untuk membangun sektor pertahanan. Pertama, sistem pertahanan tidak hanya militer, melainkan juga nonmiliter. Kedua, fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bela negara. Hal ini bisa dijalankan setiap orang lewat pekerjaan masing-masing, tanpa perlu menjadi TNI.     

Ketiga, membangun sistem pertahanan setara dengan negara lain untuk melindungi bangsa dan negara. Indonesia harus membangun kekuatan militernya hingga menjangkau seluruh wilayah wilayah. "Peralatan militer dimodernisasi agar high mobility," papar Sjafrie.     

Keempat, membangkitkan kembali industri pertahanan. Indonesia sudah menguasai teknologi menengah dan kini sedang menapak menuju teknologi tinggi. "Untuk yang kemampuan yang tangi belum, kita masih menengah, tapi kemampuan intangible, kita sudah sangat tinggi," kata Sjafrie     Sumber : beritasatu "]
Reply

Use magic Report

Post time 11-11-2013 09:25 PM | Show all posts
Perang Cyber antara Hacker Indonesia Dan Hacker Autralia + Koloni Makin Heboh.

Serangan Dari Australia situs pemerintah hukum dan ham down:

www.kemenkumham.go.id

Serangan balasan dari Indonesia.situs web intelijen Ausy ASIO Down setelah situs ASIS down giliran ASIO down

http://www.asio.gov.au./

2 Situs Intelijen Ausy Down di serang anony indonesia.
Reply

Use magic Report

You have to log in before you can reply Login | Register

Points Rules

 



Mobile|Archiver|Mobile*default|CARI Infonet

28-1-2022 12:44 PM GMT+8 , Processed in 0.196278 second(s), 27 queries .

Powered by Discuz! X3.4

Copyright © 2001-2021, Tencent Cloud.

Quick Reply To Top Return to the list